Berita Terkini

Dokter Hewan di Medan Ditangkap Atas Dugaan Cuci Uang Narkotika, Asetnya Rp 16 M

Kamis, Agustus 13, 2015


     Jakarta - Seorang dokter hewan di Medan dibekuk aparat Badan Narkotika Nasional (BNN). Tersangka Muzakkir bin Abdul Samad (40) ini diduga melakukan kejahatan pencucian uang dengan perkara pokok narkotika.

    Pria kelahiran Blang Kalbu ini dibekuk di depan kediamannya di Komplek Tasbi I blok PP nomor 79, Tanjung Rejo, Medan, Selasa 4 Agustus 2015. Selain si dokter, aparat juga membekuk Ari Firmansyah terkait kejahatan serupa. Ari Firmansyah (33) ditangkap di Jl Teluk Betung, Binjai, Sumatera Utara.

    "Tersangka MZ ditangkap terkait menerima kiriman uang hasil transaksi narkotika dari para tersangka tindak pidana narkotika yang sedang dalam proses persidangan," kata Kepala Humas BNN Kombes Slamet pribadi dalam keterangannya, Kamis (13/8/2015).

     Mereka yang terjerat peredaran narkoba dan tengah bersidang itu adalah Abdullah B, Andi Juanda, Samsul Bahri, Djarkasih, Nasrudin, Murhadi, dan Suheri.

    Slamet membeberkan, modus kejahatan yang dilakukan Muzakkir adalah dengan memerintahkan tersangka Ari untuk membuka rekening di sejumlah bank nasional dan satu bank daerah. Rekening-rekening tersebut nantinya akan digunakan untuk menampung uang hasil transaksi narkotika.

    "Sedangkan buku tabungan dan kartu ATM dipegang tersangka MZ. Untuk tersangka AF diberikan uang jasa bulanan sekitar Rp 2 juta," beber Slamet.

    Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam melakukan transaksi narkotika Muzakkir bekerjasama dengan seorang WNI yang ada di Malaysia berinisial M yang kini berstatus buron. Keduanya sepakat untuk membuka jasa pengiriman uang TKI di negeri jiran.

    Uang yang diterima dari para TKI untuk keluarga mereka di Indonesia rupanya tidak langsung dikirimkan, namun malah digunakan untuk 'belanja' narkotika yang dipesan para tersangka di Indonesia. Uang kepada pihak keluarga di Indonesia selanjutnya dikirimkan berdasarkan hasil penjualan narkotika dari tujuh terdakwa yang kini tengah bersidang.

    Penyidik menyita 32 rekening atas nama Muzakkir, empat rekening atas nama Ari Firmansyah. Selain itu penyidik juga menyita tiga unit rumah dengan total nilai Rp 6,1 miliar, 1 unit ruko senilai Rp 1,5 miliar, 2 unit Honda CRV, uang tunai titip di Bank BCA, BNI dan BRI Rp 7,8 miliar.

    "Total aset kurang lebih Rp 16.214.550.000," kata Slamet.

    Muzakkir dijerat dengan pasal 137 huruf a, b UU 35/2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 3, 4 dan 5 ayat (1) Jo Pasal 10 UU 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sementara Ari Firmansyah dijerat pasal 137 huruf a, b UU 35/2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 3, dan 5 ayat (1) Jo Pasal 10 UU 8/2010 tentang TPPU.(dtk)