Soal Pasal Penghinaan Presiden,Menteri Tedjo : Anda Mau Dihina Tidak ?




    Jakarta:RN~ Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno berharap polemik Pasal Penghinaan Presiden di RUU KUHP dihentikan. Tedjo menyebut tidak ada seseorang yang ingin dihina.

   "Sudahlah, Anda mau dihina enggak," ujarnya usai menghadiri peringatan ASEAN ke-48 di Gedung ASEAN, Jalan Sisingamaraja, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2015).

    Pasal 263 ayat 1 RUU KUHP yang disodorkan Presiden Jokowi ke DPR berbunyi:

   Setiap orang yang di muka umum menghina Presiden atau Wakil Presiden, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Kategori IV.

   Ruang lingkup Penghinaan Presiden diperluas lewat RUU KUHP Pasal 264:

   Setiap orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, atau memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, yang berisi penghinaan terhadap Presiden atau Wakil Presiden dengan maksud agar isi penghinaan diketahui atau lebih diketahui umum, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Kategori IV.

    Padahal pada Desember 2006 MK telah membatalkan Pasal Penghinaan Presiden dan memerintahkan pemerintah dan DPR mencoret norma serupa dari RUU KUHP. Sementara itu, Ketua MK Arief Hidayat dalam pertemuan dengan Jokowi siang ini mengaku tidak membahas permasalahan tersebut.

    "Oh saya tidak boleh komentar, dan itu sudah putusan MK. Makanya saya tidak boleh komentar soal itu," kata Arief (dtk).

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!