Menhan : Ke Depan Perang Bukan Tembak Menembak, Tapi Cuci Otak




Jakarta~Kementerian Pertahanan telah resmi membuka program Bela Negara. Hari ini, secara serentak di 44 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dilaksanakan apel pembukaan Bela Negara.

  Total peserta Bela Negara berjumlah 4.500 orang di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan usia. Ada yang dari mahasiswa, guru, dosen, PNS dan sebagainya. Usia Mereka berkisar antara 17-50 tahun.

  "Landasan kita, Bela Negara adalah roh suatu bangsa. Kalau tidak ada roh, mati. Kalau ada roh, membela," kata Menhan Ryamizard Ryacudu di depan para calon kader Bela Negara di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemhan, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).

  Ryamizard menegaskan, program Bela Negara bukanlah wajib militer. Membela negara, secara fisik dilakukan oleh TNI. Namun program Bela Negara ini lebih menyasar pada soft power, bukan hard power.

  "Membela negara secara fisik jelas ada TNI. Tapi perang ke depan bukan tembak menembak, tapi mengubah pemikiran atau yang kita sebut cuci otak," katanya.

  Ryamizard kemudian mengupas lagu Indonesia Raya. Di dalam lagu kebangsaan tersebut, disebutkan bahwa setiap rakyat harus menjadi pandu bagi bangsanya. Pandu yang dimaksud dalam lagu tersebut adalah menjaga.

  "Kemudian bangun jiwanya. Bangun jiwa itu agar tidak rusak bangsa kita. Baru setelah itu raga," terang Ryamizard.

  Dengan jiwa yang terbangun, kecintaan terhadap negara akan semakin kuat. Hal itu, kata Ryamizard, dapat memupuk rakyat untuk bekerja mati-matian demi bangsa. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!