(Opini) Begal Sebagai Bentuk Depresi Kehidupan

Pekanbaru : RIAUNET.COM - Kehidupan yang semakin sulit merupakan faktor utama aksi perampokan. Mereka (Begalers) melakukan aksi perampasan dijalanan merupakan ekspresi dari ketidak mampuan mereka untuk memenuhi hasrat mereka. Akhir akhir ini aksi perampasan yang dilakukan oleh begalers teramat sering terj. Apa sebab?? Entah lah!

Pikiran saya bertamasya ke awang-awang, berjalan-jalan ke ruang hampa, hati saya bertanya apa sebab?? Sedikit alam pikiran saya memberikan jawaban mungkin ini "Faktor Ekonomi ".

Setelah saya terus kan perjalanan pikiran saya sampai lah rekreasi itu pada palung hati yang bertanya "Adakah orang kaya yang melakukan perampasan (pembegalan) dijalanan??. Sontak pikiran saya menjawab "sepertinya tidak! Yang dibegal itu kan orang kaya. Berarti begalers itu adalah orang miskin".

Dari pikiran semacam ini pikiran saya berkata ini mungkin akibat depresi kehidupan. Ketidakmampuan mereka untuk memenuhi hasrat kehidupan mereka yang hedonis "karena tidak memiliki uang" rasanya menjadi faktor mereka berputus asa.

Maka dari itu saya fikir tujuan utama dari perampasan adalah uang. Apapun yang mereka (begalers) rampas dari sang korban tujuannya adalah uang. Sepeda motor yang dirampas, handphone, perhiasan dan lain sebagai nya dimata para begalers itu semuanya adalah uang. Uang yang akan dapat memenuhi keinginan atau hasrat hedonis mereka.

Begalers menginginkan sesuatu namun mereka tidak dapat memenuhinya karena tidak memiliki uang. Dunia indonisme merupakan faktor semua itu kecintaan terhadap sesuatu barang,hasrat ingin memiliki,namun itu semua tidak dapat terpenuhi karena ketidak mampuan ekonomi nya.

Mengemis tidak boleh, mengamen diremehkan orang, mencari pekerjaan yang baik tidak kunjung di dapat karena memang lowongan itu tidak ada. Disini lalu mereka putus asa. Disini lalu mereka frustasi. Hasrat yang mereka miliki sebagai mana layaknya manusia tidak bisa mereka penuhi karena mereka tidak punya pekerjaan untuk menghasilkan uang. Setan-setan yang berkeliaran lalu menggoda mereka untuk berbuat cara simple nan penuh resiko yaitu PEMBEGALAN.

Semua ini persoalan depresi kehidupan. Ketidakmampuan mereka memenuhi keinginan dan ketidakmampuan pihak berwajib untuk memberikan mereka jalan adalah faktornya. Jangan pernah lupakan kalau masyarakat kecil itu hanya punya harapan pada pemerintah untuk memperbaiki nasib mereka. Mereka menganggap hanya pemerintah-lah yang mampu memberikan kesejahteraan bagi mereka. Lalu ketika itu sudah tidak lagi mereka dapatkan, maka muncullah frustasi dalam kehidupan mereka.

Kita mesti menyadari, begalers atau siapapun itu tidak akan pernah melakukan aksi kejahatan kalau mereka tidak sedang depresi terhadap ketidakmampuannya untuk memenuhi keinginannya. "Mana mungkin orang akan melakukan kejahatan kalau keinginannya bisa iya dapatkan secara baik-baik".(Tim)

Penulis  : SORi
Tanggal : 5 Oktober 2015

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!