(Opini) Indonesia, Sosialis-kah Atau Kapitalis ?

Pekanbaru : RIAUNET.COM - Secara kasat mata, para kaum sosialis atau kaum kapitalis dapat di lihat dari gaya hidupnya, karakternya yang cukup bertolak belakang antara kedua nya. Kaum sosialis biasanya akan tampil dengan apa adanya sedangkan kaum kapitalis biasanya selalu tampil dengan gaya borjuis.

Namun seiring dengan perjalanan masa, karakter seperti ini cenderung sudah tidak lagi selalu benar. Karakter kaum sosialis memang terlihat masih bertahan. Namun karakter kaum kapitalis yang biasanya hidup dengan gaya hedonisme kini seolah sudah tidak berlaku lagi karena para kaum kapitalis secara gaya hidup kini mencoba menjelma seperti kaum sosialis yang tampil apa adanya.

Penjelmaan penampilan kaum kapitalis ini sebenarnya hanya sebagai tipu muslihat saja agar mereka dipandang sebagai kaum sosialis. Ideologi mereka sama sekali tidak pernah berubah karena pada dasarnya budaya hedonisme masih akan terus melekat pada pemikiran mereka.
Mereka selalu memandang kaum kaum poletar(rakyat kecil) sebagai alat produksi mereka. Mereka tidak pernah memandang rakyat kecil tu sebagai manusia, yang mereka tahu hanyalah tentang mereka punya uang dan rakyat kecil mencari uang. 
Dengan pemikiran semacam ini maka mereka berfikir bahwa rakyat kecil sebagai budak bagi mereka.

Dalam hal perekonomian kaum kapitalis selalu menggantungkan nasib perekonomian para pasar. Seperti istilah lama yang mengatakan "semakin langka suatu barang maka barang tersebut akan semakin melonjak".  Istilah semacam ini merupakan doktrin kapitalis yang menganggap pemilik modal adalah penguasa.

Dampak dari doktrin doktrin semacam ini maka timbul lah hukum rimba "siapa kuat dialah yang menang".

Berbeda dengan kaum kapitalis, kaum sosialis lebih memandang rakyat sebagai manusia yang harus mendapatkan kenyamanan dalam hidupnya, yang harus memperoleh hak-hak nya sebagai manusia. Para kaum sosialis menentang keras paham kapitalis yang menggunakan hukum rimba sebagai sebuah doktrin kehidupan. Mereka sangat tidak sepakat dengan penguasaan yang dilakukan para pemilik-pemilik modal. Mereka berpandangan bahwa manusia terlahir kedunia sama sekali tidak membawa dan tidak memiliki apa pun.
Semua yang ada didunia ini adalah ciptaan tuhan yang diperuntukkan untuk manusia sebagai penghuninya maka karena itu kau sosialis memandang semua manusia itu adalah sama.

Indonesia dengan salah satu butir dalam ideologi nya yaitu Pancasila, mengatakan bahwa rakyat harus mendapatkan keadilan sosial. Dan dalam konsitusi dikatakan bahwa seluruh alam (Bumi, Air, Udara) indonesia dan kekayaan yang ada didalamnya diperuntukkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
Kalau kita menilik pada pemikiran seperti yang ada dalam pancasila dan konstitusi tersebut, sebenarnya ideologi indonesia lebih dekat pada paham sosialis. Dalam Pancasila dan Konstitusi itu terlihat ada nilai-nilai yang mengisyaratkan kesetaraan rakyat, nilai-nilai yang mengharamkan penguasaan sepihak. Tapi benarkah semua itu??

Jika kita melihat kesenjangan sosial yang ada dimana mana, rasanya paham sosialis itu sama sekali tidak ada di negara ini. Minyak Bumi, Batubara, Emas dll adalah sebagian kecil dari kekayaan alam indonesia. Tapi benarkah itu semua diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat seperti yang dikatakan dalam konstitusi seperti diatas? Allahu'alam.(Tim)

Penulis : SORi

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!