16 Imigran Ilegal Ditahan Petugas Imigrasi Kupang

Jakarta~Kantor Imigrasi Kelas I Kupang menerima 16 orang Warga Negara Asing (WNA) yang diduga imigran gelap dari Polda NTT, Kupang, pada Kamis (26/11). 16 WNA itu ditangkap saat menumpangi sebuah kapal yang dikemudikan oleh seorang nelayan.

  "16 WNA tersebut merupakan penumpang KM Farah yang dikemudikan oleh GR Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai nelayan dan beralamat di Desa Bijeli, Kecamatan Molo Utara. Saat ini GR sedang diamankan dan diperiksa oleh Polda NTT," ujar Plh Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Kantor Imigrasi Kupang, Yan Wely Wiguna dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (27/11/2015)

  Sebelum diamankan, terang Wely, KM Farah berangkat dari Pelabuhan Ratu pada 18 November 2015 menuju Christmas Island, Australia yang diperkirakan memakan waktu 8 hari.

  "Namun kedatangan mereka dihadang oleh Kapal Bea Cukai (Customs) Australia yang memaksanya untuk kembali masuk ke perairan Indonesia dan kehabisan bahan bakar sehingga terombang-ambing di perairan desa Tabulolong," jelas Wely.

   Ini nama-namanya:

  1. Anil Kosthi (32), laki-laki, warga negara India;
  2. Sures Chaudhari (34), laki-laki, warga negara India;
  3. Mayur Chaudhari (27), laki-laki, warga negara India;
  4. Akash Chaudhari (21), laki-laki, warga negara India;
  5. Narendra Rathhod (36), laki-laki, warga negara India;
  6. Alpesh Chaudari (28), laki-laki, warga negara India;
  7. Palkesh Chaudari (34), laki-laki, warga negara India;
  8. Virendra Singh (29), laki-laki, warga negara India;
  9. Jankit Chaudari (22), laki-laki, warga negara India;
  10. Rakesh Chaudari (26), laki-laki, warga negara India;
  11. Ashish Chaudari (23), laki-laki, warga negara India;
  12. Sanjay Chaudari (30), laki-laki, warga negara India;
  13. Ashik Ghoswami (24), laki-laki, warga negara India;
  14. Ashish Gurung (21), laki-laki, warga negara Nepal;
  15. Sandeep Raj Shrestha (21), laki-laki, warga negara Nepal;
  16. Mohammad Anowar (22), laki-laki, warga negara Bangladesh;

  Seluruh warga negara asing tersebut diketahui tidak memiliki paspor. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan di Hotel Ina Boy untuk kemudian diserahkan ke Rumah Detensi Imigrasi guna proses penyidikan.

  Jika terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian maka ke-16 orang tersebut akan dapat dikenakan Pasal 113 dan atau pasal 119 dan atau pasal 120 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 500.000.000 dan paling banyak Rp 1.500.000.000. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!