Begini Megahnya Pos Perbatasan RI-Malaysia di Entikong

Entikong~Pos perbatasan Entikong merupakan pintu gerbang perbatasan RI-Malaysia paling ramai di Kalimantan Barat. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana membangun pos perbatasan yang bisa membanggakan Indonesia.

  Dari gambar miniatur yang ditunjukkan oleh Manajer Proyek pembangunan jalan dan pos perbatasan Entikong, Budiyanto Setiawan terlihat tidak hanya jalan yang diperlebar, tetapi kantor imigrasi pun akan dibongkar dan diperbaharui. Lajur masuk dan keluar kendaraan pun yang tadinya hanya satu jalur, nantinya akan menjadi tiga jalur.

  Selain pos imigrasi, nantinya di wilayah pos perbatasan akan dibangun juga kantor Bea Cukai untuk mempermudah pemeriksaan barang-barang yang masuk dan keluar Indonesia. Dan juga beberapa fasilitas lain pun juga akan ditambahkan untuk menunjang penjagaan di pos perbatasan.

  Namun, untuk menyelesaikan proyek itu, butuh waktu yang cukup lama. Dikarenakan sebelumnya ada beberapa kendala terkait pembebesan lahan.

  "Tadinya ada kendala pembebasan lahan, namun dengan berbagai cara hingga tim negoisasi diturunkan, persoalan itu sudah tidak lagi jadi masalah. Semoga ke depannya semua akan lancar-lancar saja," ujar Budiyanto kepada wartawan, Sabtu (28/11/2015).

  Budiyanto menerangkan, hal prioritas utama ialah menyelesaikan pelebaran jalan dan membangun pos perbatasan. Untuk pembangunan bangunan lainnya menunggu lelang tahun depan.

  "Nantinya pos perbatasan ini akan menjadi lebih megah. Dan akan menjadi kebanggaan Indonesia," terang Budiyanto.

  Terkait pelebaran jalannya, sebelumnya Dirjen Bina Marga Kementrian PU, Hediyanto W Husaeni mengatakan, pelebaran jalan akses di Entikong sangatlah penting. Pasalnya, perbatasan Entikong merupakan perbatasan paling padat dari dua pos perbatasan lainnya di Kalimantan Barat.

  "Pos lintas batas ada tiga di Kalimantan Barat yaitu Aruk, Badau dan Entikong. Entikong paling besar sehingga posisi penting. Karena itu, untuk mewujudkan pos perbatasan yang lebih baik dari negara tetangga, maka tidak hanya lintas batasnya, infrasktruktur pendukung minimal juga harus sama. Indonesia bertekad lebih baik akan membangun jalan paralel dan akses," jelas Hediyanto saat meninjau lokasi, Jumat (27/11/2015).

  Hediyanto mengatakan, pelebaran akses jalan di perbatasan dilakukan dari Balai Karangan hingga Entikong dengan total 21 km yang akan selesai di 2016. Namun, untuk tahun 2015 sendiri ditargetkan 5-7 km jalan sudah selesai dilebarkan.

  "Jadi 1,5 tahun ke depan kita akan lebih baik dari Malaysia dan jadi kebanggaan bangsa Indonesia. Untuk pelebaran jalan di 2015 itu menggunakan uang Rp 50 Miliar, dan pengerjaannya hampis selesai," terang Hediyanto.

  Hediyanto mengatakan, persoalan awal pelebaran jalan ialah pembebasan lahan. Namun, saat ini masyarakat sangat antusias memberikan lahannya sangat cepat.

  "Material juga tersedia dengan cukup. Keinginan sejalan dengan pemerintah. Bersosialisasi dan semangat kebangsaan lebih kental," tutupnya. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!