Berkedok Komite Dan Dekat Dengan Kadisdikpora, SDN 005 Rambah Ini Lakukan Pungutan Kepada Murid

Rokan Hulu  : RIAUNET.COM ~Rupanya pendidikan 12 tahun gratis di kabupaten Rokan Hulu (Rohul) belum berjalan secara Efektip, ini di buktikan masih adanya sekolah yang membebani Muridnya dengan berbagai alasan.

Ibu NN ,salah satu wali Murid SDN 005 Rambah sabtu (7/11/2015)mengatakan, pembangunan pagar dan semenisasi sekolah ini di pungut dari Murid sebesar Rp 80 ribu, kini dipungut lagi sebesar Rp 125 ribu lagi, herannya kenapa ini pembangunan ini harus di bebankan kepada Murid ," kata NN. 

"Lanjut NN (wali murid) ,Kami gak tahan lagi dengan pungutan yang begitu banyak di sekolah anak kami, pak Bupati Achmad selalu mengatakan kalau sekolah SD itu gratis, faktanya kami selalu diperas pihak sekolah dan komite, kalau tidak di turuti, anak kita yang jadi sasaran, kita ingin anak kita terus sekolah," katanya. 

Kepala SDN 005 Rambah, Rini Sugiya, S.Sos di ruang kerjanya di dampingi guru-guru yang lainnya, membenarkan tentang adanya potongan dana BSM di sekolah ini.

Menurutnya kalau diserahkan uang (BSM) ke orang tuanya dikhawatirkan nanti dibuat untuk beli rokok dan minyak goreng ,"kata Rini. 

"Dia menambahkan ,Kita kasih Rp 200 ribu kepada murid, selebihnya Rp 300 kita simpan, kemudian kita potong untuk dana pembangunan pagar, semenisasi jalan dan lainnya, selebihnya kita belikan tas anak sekolah itu, kalau orang tuanya mana peduli pada anaknya, kemarian saya tengok baju anak-anak itu ada  yang koyak-koyak, orang tuanya mana peduli," ucap Rini. 

Saat ditanya wartawan, apakah seperti itu juknis pengalokasian dana BSM tersebut, dirinya (Rini red)menjawab, itu sudah sesuai aturan, pak Kadisdik Muhammad Zen saja melakukan pungutan sewaktu dia menjabat ketua komite, lagi pula saya sangat dekat dengan Muhammad Zen dan Bupati Rohul Achmad ," kata Rini. 

"Lanjut Rini, Semua administrasinya lengkap, kami sudah suruh mereka yang mengambil uang, tapi mereka tidak faham, maka dibuat surat kuasa pakai Materai, jadi kita yang mengambilnya, memang waktu itu jaringan di Bank BRI itu lelet ,"terang Rini. 

Terkait dana Rp 80 ribu dan 125 ribu itu, lanjut, Rini, memang ada dipungut per siswa untuk membangun pagar dan semenisasi jalan, itu sudah sesuai dengan hasil rapat komite dengan para orang tua dan ada tanda tangannya.

Rini juga menceritakan, ketika masih menjadi kepala sekolah di Rambah, dan Kadisdikpora Rohul masih menjabat Komite dia juga melakukan pemungutan. 

"Jadi kalau saya dengan pak Muhammad Zen (kadisdikpora)dekat kali pun, apalagi saya pernah jadi pengawas, saya juga dekat dengan Bupati Rohul Achmad," kata Rini lagi. 

Seperti diketahui, kalau murid di SDN 005 Rambah, Desa Sukamaju, Kecamatan, Kabupaten Rohul, muridnya sekitar 333 orang dengan tenaga pendidik 21 orang.

"Kami minta aparat kepolisian supaya turun kesekolah-sekolah untuk memeriksa para kepala sekolah dan komite sekolah yang melakukan Pungli ini, sebab sudah sangat membebani warga, padahal Bupati Rohul Achmad ratusan kali menyampaikan khalayak ramai kalau pendidikan 12 tahun di Rohul itu gratis. (Fah)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!