Dalam 9 Bulan BPJS Kesehatan Tekor Rp 1,9 Triliun

Jakarta~Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih mencatatkan angka missmatch. Hingga 9 bulan pertama tahun 2015, BPJS Kesehatan sudah membayar klaim senilai Rp 41 triliun, sementara premi yang terkumpul hanya Rp 39,1 triliun.

  "Premi Rp 39,1 triliun sampai September, klaim Rp 41 triliun jadi missmatch," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (6/11/2015).

  Dia menjelaskan, missmatch ini terjadi bukan karena salah kelola, tapi memang karena tidak ada keseimbangan antara pemasukan (premi) dan pengeluaran (klaim).

  Salah satu penyebabnya adalah iuran yang dinilai snagat minim. Padahal, di awal pihaknya melalui DJSN mengusulkan iuran BPJS Kesehatan untuk masyarakat penerima bantuan sebesar Rp 27.500, namun yang disetujui hanya Rp 19.225.

  "Jadi begini yang penting masyarakat dan provider dan rumah sakit harus tahu antara pemasukan dan pengeluaran balance, pemasukan kita itu dari iuran dan budget pemerintah. Nah kalau dari iuran, tentu itu missmacth, tidak ada kesesuaian. Bukan salah kelola, karena dari awal hitungan premi kita yang diusulkan DJSN Rp 27.500 kan tidak dipenuhi yang dipenuhi Rp 19.225. Sekarang kan DJSN mengusulkan lagi sudah 2 tahun, menghitung laju inflasi dan kenaikan lainnya, mengusulkan Rp 36.000, inilah mengakibatkan missmatch," jelas dia.

  Meski demikian, kata Fachmi, usulan tersebut harus melalui proses panjang karena harus melalui persetujuan DPR.

  "Jadi jangan dibilang BPJS defisit. Kalau iuran disesuaikan maka pemerintah tidak perlu menyuntikkan dana tapi untuk menaikkan iuran harus dibicarakan dengan banyak pihak. DPR juga harus diajak bicara, semua itu tentu dipertimbangkan. Prinsipnya kami terima, yang mengusulkan Kemenkes melalui DJSN, tentu dibicarakan oleh Kemenkeu," katanya.

  Saat ini, peserta BPJS Kesehatan mencapai 158 juta. Angka ini sudah melebihi target pemerintah yang hanya 121 juta.

  "Peserta hampir 158 juta, target jumlah peserta sudah over target, tahun lalu 121 juta, kita capai 133 juta, sekarang sudah 158 juta, kita sudah lebih dari roadmap," ujarnya. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!