Inilah Pemungut Ranjau Paku yang Berhati Mulia

Jakarta~Seorang anggota Dishub Jakpus, Iskandar, kerap menyisir paku di jalanan di luar jam tugasnya. Ternyata Iskandar dan keluarga hidup penuh kesederhanaan.

  Tinggal di Kampung Kebon, Kelurahan Jejalen Jaya, Tambun Utara, Bekasi, Jabar, Iskandar hidup berdampingan dengan sanak saudaranya. Rumahnya yang sangat sangat sederhana tepat berada di pinggir sungai.

  Rumah Iskandar adalah rumah warisan mertua dan dibagi masing-masing satu petak. Meski lantai tidak berkeramik, rumah kecil ini tetap terasa hangat.

  Pria yang akrab dipanggil Andy tersebut kini tinggal bersama 2 anaknya yang sudah berkeluarga. Tiga anak Andy lainnya tinggal bersama keluarganya masing-masing di tempat lain.

  "Saya kalau di rumah ya main sama cucu-cucu aja," ungkap Andy saat ditemui di rumahnya, Minggu (22/11/2015).

  Andy baru saja pulang berdinas meski hari ini sebetulnya sedang libur. "Tadi bantu atur tutup jalan di Cideng. Ada acara olahraga pagi masyarakat," tuturnya.

  Petugas Dishub Jakpus itu lantas menunjukkan hasil temuan paku terbarunya. Ada satu kresek paku yang didapatnya dari 2 kali penyisiran paku mulai dari daerah Galur hingga arah jalan pulangnya.

  "Ini 2 kali ambil. Karena hari-hari sebelumnya hujan jadi kerendem saya nggak kelihatan kalau mau ambil paku. Ini ada yang kayak besi tajam, bahaya banget," ucap Andy.

  Paku-paku tersebut rencananya akan ia timbun di pinggir sungai samping rumahnya. Andy tak ingin paku-paku hasil penyisirannya nanti justru dapat melukai orang lain jika dibuang sembarangan.

  "Nanti kalau pas abis hujan mau gali lobang di pinggir kali ditimbun, biasanya gitu. Kalau dibuang di sungai takut kena orang. Ini tadi saya cek udah lumayan bersih, tapi paling 2 hari banyak lagi. Mungkin sengaja disebar," ujarnya.

  Sementara itu menurut istri Andy, Nengsih (53), ia justru baru mengetahui bahwa sang suami sering mencari paku di jalanan. Yang diketahui Nengsih adalah, Andy memang kerap pulang terlambat.

  "Saya nggak pernah tahu. Saya tahunya ada tetangga bilang. Saya emang suka khawatir, kadang dia harusnya pulang siang, malem baru sampai rumah. Sebagai istri kadang kan kepikiran, namanya bawa motor takut kenapa-kenapa," terang Ningsih di lokasi yang sama.

  Sambil menyuguhkan tahu dan bakwan hangat serta segelas teh, Nengsih mengaku tak pernah melarang apa yang dilakukan Andy. Apalagi ternyata kegiatan suaminya berdampak positif untuk masyarakat.

  "Saya ikhlas aja, biar mau ke mana terserah. Anak suka cerita sih 'Mak tadi lihat bapak mungutin paku'. Seneng juga sih. Baik untuk masyarakat," kata Nengsih.

  "Tapi kadang kalau susah dibilangin, kadang bikin saya suka kesel. Nggak mau pakai jaket. Suka nggak mau bawa jas hujan. Takutnya kena angin malam. Soalnya kadang pulang suka sampai jam 1 atau jam 2 malam," sambungnya.

  Di lingkungan rumahnya yang sederhana, pria asal Palembang itu ternyata menjadi panutan. Ia biasa dituakan sebab memang ada banyak keluarganya yang tinggal di kampung yang sama.

  "Kak Andy emang dituakan di sini. Adik-adik sama ponakan suka datangnya ke dia. Banyak suka kasih wejangan untuk anak-anak," cerita Nengsih.

  Sambil bermain dengan 2 orang cucunya, Andy tersenyum mendengar ucapan sang istri. Pria berusia 53 tahun tersebut memang sangat low profile.

  "Ya saya suka ajarin ke anak-anak, ke ponakan kalaupun susah, kita harus tetap kerja. Dengan jujur, pasrah dan berdoa. Tapi berdoa juga kalau nggak berusaha juga nggak ada hasilnya," beber Andy.

  "Kalau nurutin nggak cukup pasti gak cukup terus. Tapi kalau udah biasa sederhana enak kok. Pasti ada jalan kalau niat kita baik," tutup pria yang pernah kerja sebagai kuli bangunan itu. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!