Pengangguran Di Meranti Membludak, Pemkab Terkesan Diam

Gambar Ilustrasi
Meranti : RIAUNET.COM ~ Minimnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Kepulauan meranti menyebabkan timbulnya masalah pengangguran, dan kini menjadi masalah sensitif di daerah itu.

Dalam  permasalahan ini, hendaknya pemerintah dan seluruh komponen mampu mengarahkan pembangunan di semua sektor dalam upaya untuk penciptaan lapangan kerja dan kesempatan kerja, terutama pada sektor pekerjaaan informal. 

Lowongan kerja saat ini termasuk hal yang langka, karena di tengah kehidupan yang penuh tantangan, membuat kelangkaan lowongan pekerjaan, ini dikarenakan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat tapi tidak diimbangi kesempatan kerja yang tersedia terutama bagi para generasi muda," kata M Rafli, salah satu  pemuda Meranti kepada Riaunet melalui via telpon, selasa (24/11/2015).

Para pemuda di Kabupaten Agara menyesalkan kondisi ini, dan berharap Pemkab dapat menciptakan lapangan  kerja. 

Lebih lanjut M Rafli menjelaskan, selama ini Pemkab Meranti terkesan kurang  begitu memperhatikan kesempatan kerja bagi para pemuda yang jenjang pendidikannya rendah, sehingga  mereka hanya cenderung mengharapkan pekerjaan  di sektor informal seperti buruh harian untuk jasa masyarakat dan jenis pekerjaan lainnya ,"kata Rafli. 

Tambah lagi Alif syaputra, kesempatan kerja yang dibuka oleh pemerintah setempat salama ini terkesan hanya pekejaan sektor formal seperti pegawai negeri sipil (PNS).atau yang mempunyai titel dan ijazah tingkat tinggi.

Bahkan Pemkab belum pernah menyalurkan bantuan kredit bagi para pemuda pengangguran, seperi kredit usaha pemuda dan kredit usaha bagi peternak sapi untuk pemuda, yang seharusnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat" tuturnya. 

Jika itu dilakukan, mestinya dapat menghasilkan lapangan pekerjaan baru serta juga mengurangi jumlah pengangguran  yang semakin membludak. 

Alif pun berharap Pemkab Meranti secepat  mungkin membuka kesempatan kerja baru yang konkrit sehingga dapat mengurangi pengangguran yang tiap tahunnya terus bertambah ,"imbuhnya. 

Sementara di tempat terpisah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemantau pemberantas korupsi kabupaten kepulauan meranti melalui sekretarisnya Azarudin kepada Riaunet com mengatakan, Pemkab Meranti memang terkesan kurang begitu berani dalam memberikan bantuan dan kesempatan bagi para pemuda untuk buka usaha. 

"Seperti usaha bengkel dan usaha kecil lainnya, yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan sehingga mengurangi jumlah penangguran yang terus mengalami peningkatan," ungkap azarudin 

Dia meminta Pemkab Meranti secepat mungkin mengatasi permasalahan minimnya lapangan pekerjaan ini,  karena semakin banyak pemuda yang menganggur atau tidak memiliki pekerjaan,  maka hal ini dapat mengakibatkan terjadinya  aksi kriminalitas seperti pencurian, perjudian, peredaran narkoba, aksi asusila dan tindakan kriminalitas lainnya yang dapat meresahkan masyarakat dan mengganggu keamanan dan ketertiban,"tutup Azarudin. (Hws)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!