Rio Capella Didakwa Terima Rp 200 Juta Untuk Amankan Gatot Di Kasua Bansos

Jakarta~Patrice Rio Capella didakwa menerima duit gratifikasi sebesar Rp 200 juta dari Gubernur Sumatera Utara yang kini nonaktif, Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti. Duit diterima sebagai imbalan atas upaya Rio Capella mengamankan Gatot Pujo terkait penyelidikan perkara dugaan korupsi dana bansos di Kejaksaan Agung.

  "Terdakwa Patrice Rio Capella selaku anggota DPR periode 2014-2019, menerima hadiah atau janji yaitu berupa uang sebesar Rp 200 juta dari Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti melalui Fransisca Insani Rahesti," ujar Jaksa Penuntut Umum pada KPK Yudi Kristiana membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (9/11/2015).

  Jaksa KPK menyebut Rio memang berupaya membantu Gatot Pujo yang terseret dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH), dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemprov Sumatera Utara yang ditangani Kejaksaan Agung.

  "Terdakwa mengetahui uang tersebut diberikan karena terdakwa selaku anggota DPR yang duduk di Komisi III mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap mitra kerjanya antara lain Kejaksaan Agung dan sebagai Sekretaris Jenderal Partai NasDem untuk memfasilitasi islah (perdamaian) agar memudahkan pengurusan penghentian penyelidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi," tegas Jaksa Yudi.

  Pembahasan perkara dugaan korupsi yang membuat Gatot Pujo gusar ini dilakukan pada awal April 2015 di Restoran Jepang Edogin Hotel Mulia Senayan. Kepada Rio, Gatot Pujo menyampaikan adanya politisasi dalam pelaporan dugaan tindak pidana korupsi ke Kejaksaan.

  "Atas permasalahan Gatot Pujo Nugroho tersebut, terdakwa  mengatakan 'ya..Wagub itu kan orang baru di partai...gak bener Wagub ni...," sambung Jaksa.

  Adanya permintaan uang ke Gatot-Evy disinggung Rio saat berkomunikasi denga rekannya bernama Fransisca Insani Rahesti. Melalui pesan WhatsApp, Rio mengatakan: "Minta ketemu ketemu terus, aku kan sibuk jadi harus menyisihkan waktu, ketemu terus memangnya kegiatan sosial, tetapi jangan sampai mereka pikir aku yang minta lho sis," ujar Rio dalam percakapannya.

  Sisca yang memahami pernyataan Rio sebagai permintaan uang langsung menyampaikannya ke Yulius Irawansyah alias Iwan yang bekerja di kantor OC Kaligis and Associates.

  Permintaan duit ini kembali disampaikan Rio melalui Sisca usai dilakukan islah di kantor NasDem. Evy Susanti selanjutnya menyerahkan uang pada 20 Mei 2015 di Cafe Betawi Mall Grand Indonesia sebesar Rp 150 juta untuk Rio dan Rp 10 juta untuk Sisca.

  Atas pemberian ini, Sisca langsung menyatakan nominal duit yang kurang dari kesepkatan. Duit Rp 50 juta yang jadi kekurangan kemudian diserahkan ke Sisca melalui sopir Evy, Ramdan Taufik Sodikin.

  "Terdakwa mengetahui bahwa penerimaan uang sebesar Rp 200 juta adalah untuk mempermudah pengurusan penghentian penyelidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH), dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemprov Sumatera Utara yang ditangani oleh Kejaksaan Agung melalui pendekatan partai berupa islah," papar Jaksa KPK.

  Perbuatan Rio Capella diancam pidana dalam pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

  Sidang Rio Capella dipimpin Hakim Artha Theresia Silalahi dengan anggota Majelis terdiri dari Hakim Sinung Hermawan, Hakim lbnu Basuki Widodo, Hakim Joko Subagyo serta Hakim Sigit. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!