Sengketa Lahan PT MAN Dan Masyarakat Rohul Masih menghangat

Rokan Hulu : RIAUNET.COM ~ Lembaga Pemantau Penyelenggara Negera Republik Indonesia (LPPN-RI) Provinsi Riau, melihat ada yang aneh dalam penegakan hukum, terkait konflik lahan antara pihak Managemen PT Merangkai Artha Nusantara (MAN) dengan masyarakat Desa Pagar Mayang, di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). 

Kepala Biro Antar Lembaga LPPN-RI Provinsi Riau S. Hondro, di Pasir Pangaraian jumat (20/11/2015)mengatakan, kini lembaganya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Mapolda Riau dan Mabes Polri, karena dinilai ada yang tidak beres dalam penanganan persoalan Managemen PT MAN dengan masyarakat Pagar Mayang. 

"Kita sudah turun kelapangan dan melihat fakta-fakta yang ada, sebab masyarakat yang memiliki lahan, malah dituduh mencuri di tanah sendiri, padahal hasil kerja sama dengan sistem pola Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) sudah berakhir pada tahun 2007 lalu," sebut Hondro. 

Lanjut dia,hasil komunikasi dengan Polda Riau, nantinya akan digelar perkara di Mako Polda Riau, kita minta Polisi memanggil Mantan Direktur PT MAN yakni Barmansyah, sebab kini rakyat merasa dizholimi oleh PT MAN dan bersekongkol dengan aparat desa, karena tidak mau merspon keluhan-keluhan masyarakatnya, padahal itu terbukti penggelapan hak milik masyarakat berupa sertifikat milik masyarakat," ujarnya. 

Dia menambahkan, sengketa lahan PT MAN dengan warga Desa Pagar Mayang berjumlah ratusan orang di wakili 3 desa, dan memberi kuasa kepada LPPN-RI, untuk membebaskan lahan mereka dari pendzoliman menagemen PT MAN yang berdomisili di Tambusai Utara-Rohul.‬ 

Lahan mereka (masyarakat)memiliki kekuatan hukum atas putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan Nomor: 1640k/Pid/2012 tanggal  29 Januari 2013, serta nomor SK Gubernur Riau No 525/SK/3159 tertanggal 29 Desember 1998, SK Bupati Rohul nomor 509 Tanggal 25 November 2010 ,"katanya. 

Tokoh masyarakat Pagar Mayang, Tunggal meminta supaya warga yang ditahan pihak Polres Rohul agar segera dibebaskan, sebab nyata-nyata itu lahan masyarakat, masa dituduh mencuri di tanah sendiri, perusahaan yang seharusnya sebagai investor bisa mensejahterakan rakyat, ini malah menjebak masyarakat," katanya .

Lanjut Tokoh, Penegak hukum lihat kami masyarakat yang tertindas,  jangan menutup mata, kami tidak dapat apa-apa di tanah kami, malah kami dipenjara karena kami memperjuangkan hak kami, pak Kapolres Rohul, tolong tunjukan rasa belas kasihanmu dan hati nurani bapak, bebaskan lah warga kami, " ungkap  Tunggal dengan nada sedih. (Fw)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!