Ini Cara Membedakan Kerja Keras dengan Kecanduan Kerja

Jakarta~Banyak orang menyebut dirinya workaholik karena senang bekerja keras. Kenyataannya, sebagian dari mereka tidak sekadar bekerja keras melainkan sudah mengalami kecanduan kerja.

  Membedakan kecanduan kerja dengan kerja keras yang sesungguhnya memang tidak selalu mudah. Meski demikian, para ahli kesehatan menyebut ada batas yang tegas di antara keduanya.

  "Tanda paling mungkin termasuk menghabiskan banyak waktu untuk bekerja dan sulit memisahkan diri dari hal-hal terkait pekerjaan bahkan di hari libur," kata Serena Wadhwa, PsyD, seorang konselor klinis profesional di Chicago.

  Gejala lain yang ditemukan pada orang-orang dengan kecanduan kerja adalah anksietas atau kegelisahan serta tanda-tanda depresi saat tidak sedang bekerja. Terpengaruh oleh pekerjaan saat sedang mengerjakan hal lain, misalnya mengasuh anak, juga termasuk gejala kecanduan kerja.

  Susahnya mengenali tanda-tanda kecanduan kerja memang bisa dipahami karena menyangkut stigma yang berkembang di masyarakat. Saat seseorang menganggap kecanduan kerja sebagai masalah yang perlu diatasi, bukan tidak mungkin justru dianggap sebagai pemalas.

  "Kecanduan kerja secara khusus memang sulit dikenali karena secara sosial memang diterima, dan bahkan dirayakan," kata Kathleen Nickerson, PhD, praktisi kesehatan yang juga mengarang sejumlah buku.

  Dikutip dari Everydayhealth, Selasa (15/12/2015), beberapa pertanyaan berikut ini bisa membantu mengidentifikasi gejala kecanduan kerja:

  1. Apakah Anda akan melakukan hampir segalanya utnuk pekerjaan, mengabaikan aspek penting lainnya dalam hidup demi pekerjaan?

  2. Apakah Anda mengabaikan kesehatan untuk memenuhi aktivitas pekerjaan?

  3. Apakah orang yang Anda sayangi sering protes karena Anda terlalu banyak bekerja?

  4. Apakah hubungan Anda dengan keluarga dan teman-teman terganggu karena kebiasaan Anda dalam bekerja?

  5. Apakah Anda bekerja lebih lama dan lebih keras dari rekan sejawat?

  6. Jika Anda tidak bisa bekerja sesuai harapan, apakah mengalami keterpurukan secara emosinal?

  Jika banyak memberikan jawaban 'ya', pertimbangkan untuk menjalani hidup yang lebih seimbang.
(dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!