Maroef: Tidak Benar Rekaman Kasus Novanto Diedit

Jakarta~Wakil Ketua MKD asal Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mendapat giliran bertanya, setelah sejak siang sampai magrib tak hadir di sidang MKD. Dasco saat bertanya, menyebut rekaman yang diserahkan Maroef ke MKD sudah diedit.

  Dasco memulai pertanyaannya terkait pertemuan pertama Maroef dengan pimpinan DPR, MPR dan DPD RI, apakah hanya terkait perpanjangan kontrak PT Freeport saja. Lalu dijawab Maroef ada 6 isu dalam courtesy visit tersebut.

  "Apakah di pertemuan kedua saudara memberikan sinyal bahwa PT Freeport perlu bantuan perpanjangan kontrak kepada baik SN atau MR karena ini penting, nggak direkam," tanya Dasco.

  "Tidak ada," jawab mantan Wakil KaBIN itu.

  Dasco menjelaskan, pertanyaan itu penting karena dirinya punya spekulasi pertemuan ketiga adalah operasi intelijen, yaitu penciptaan kondisi pada pertemuan kedua, baru dilakukan perekaman dengan handphone di pertemuan ketiga.

  "Bukan menjebak, tapi punya maksud untuk menciptakan sebuah counter issue apabila proses perpanjangan kontrak karya yang menurut saksi akan terganggu legislatif?" tanya Dasco.

  "Tidak benar," jawab Maroef.

  Usai bertanya soal spekulasi counter issue, Dasco mulai masuk pada orisinalitas rekaman. Politisi Gerindra itu menanyakan jenis HP yang digunakan yang dijawab HP merk Samsung.

  "Harusnya saksi membawa alat lebih canggih sehingga kualitas rekaman kemudian terjaga kualitasnya. Karena dengan rekaman yang ada kami sangat sulit mencerna isi rekaman tersebut. Kenapa tidak pakai alat yang lebih canggih, rekaman lebih tajam?" tanya Dasco lagi.

  "Saya tidak punya itu," jawabnya.

  Mulailah Dasco menyebut dia sudah konsultasi dengan tenaga ahli dan pakar audio frekuensi bahwa dengan rekaman yang jernih agak sulit diintervensi atau diedit. Dengan kualitas rekaman HP yang dimiliki Ma'roef suara kurang jernih.

  "Apakah pertemuan ketiga hanya 3 orang saja?" tanya anggota komisi III orang itu.

  "Kita coba dengan audio frekuensi bicara bahwa pada pertemuan ketiga tidak tiga orang. Ada catatan frekuensi suara ada 4 orang yang melakukan interaksi," terang Dasco.

  "Saya cek dengan TA kami dan audio frekuensi, disimak ada suara berapa? Mereka bilang 4 suara. Suara satu, dua, tiga, emapt. Lalau saya bilang apakah suara yang keempat ikut berbicara? Menurut audio frekuensi maupun TA itu ada iktu di sela pembicaraan," imbuhnya.

  Dasco lalu membacakan bagian rekaman yang menurutnya ada suara orang keempat yang diedit. Yaitu terkait dengan pembicaraan saham.

  "Menurut saksi kami terjadi dubbing, tapi gagal sehingga suara menumpuk," sebut Dasco.

  Begitu juga menurutnya pada bagian rekaman lain pada menit 99.29. "Saya dikasih tahu didapatkan hasil 4 suara terdapat dubbing, sehingga suara menumpuk, dipotong, diedit," sambungnya menyebut menit suara itu.

  "Apakah saudara setelah merekam kemudian meminta bantuan seseorang mengedit sebelum rekaman tersebut diberikan kepada Sudirman Said?," tanya Dasco.

  "Tidak ada orang keempat yang ada hanya 3 orang," jawab Ma'roef tegas.

  "Menurut TA kami ada 4 orang dengan suara keempat diedit sehingga terjadi dubbing. Makanya tanya apakah saudara saksi sebelum memberikan copy kepada orang lain minta bantuan ahli untuk edit?" tanya Dasco lagi.

  "Rekaman yang saya berikan hanya satu flasdisk lengkap. Demikian," tutup Ma'roef. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!