Petani Kelapa Di Inhil Dukung Program SRG

INHIL : RIAUNET.COM ~ Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus menunjukan keseriusannya dalam menerapkan Sistem Resi Gudang (SRG) untuk menstabilkan harga kelapa.

Dengan telah digelarnya ekspos oleh bupati Inhil HM. Wardan, Kamis (10/12/2015) lalu, hari ini Selasa (15/12/2015) tim yang dibentuk Pemda melakukan sosialisasi ke daerah-daerah.

SRG yang dibagi dalam tiga tim, untuk hari pertama tim satu menggelar sosialisasi di Sungai Guntung Kecamatan Kateman, tim dua di Pulau Kijang Kecamatan Reteh, tim 3 di Sungai Salah Kecamatan Tempuling.

Untuk Tim dua dipusatkan di Pulau Kijang dengan peserta petani kelapa, pengusaha, dan kepala desa dari tiga kecamatan, Reteh, Keritang dan Sungai Batang. Di gelar di aula kantor Camat Reteh, jalan Penunjang, Pulau Kijang.

Tim dua ini diwakili oleh Kabid Perdagangan Desperindag Inhil, Raja Teruna, Kabid Perhubugan Laut dan Sungai Dishubkominfo Inhil, R. Anwar, dan Anggota Komisi III DPRD Inhil, H. Edi Sindrang.

Acara ini dibuka oleh Camat Reteh, H. Ahmad Kusairi, selanjutnya materi penjelasan SRG disampikan oleh Raja Teruna dan anggota DPRD Inhil, Edi Sindrang. Hadir juga Unsur Pimpinan Kecamatan (UPK) Kecamatan Reteh.

"Kita segera menyiapkan tiga regulasi untuk penerapan SRG ini, yaitu Perda Sistem Resi Gudang, Perda tataniaga kelapa, dan perda BUMD," kata Kabid Perdagangan Disperindag Inhil, Raja Teruna.

Di sisi lain H. Edi Sindrang, anggota DPRD Inhil menyampaikan, SRG adalah alternatif yang digagas oleh Pemda untuk memperjuangankan nasib petani kelapa, yang saat ini berada pada kondisi memprihatinkan ,"ujarnya.

Legislator asal dapil V itu mejelaskan secara umum mengenai mekanisme SRG kepada masyarakat.

Dijelaskannya, SRG juga tidak hanya sekedar untuk menstabilkan harga kelapa, tetapi juga mendorong para petani untuk meningkatkan kualitas produksi kelapa agar bisa bernilai tinggi ,"kata edi.

Ditambahkan Edi, dalam SRG tidak ada menggunakan sistem Delevery Order (DO) seperti yang diisukan pihak tertentu yang menolak penerapan SRG.

"Kita tegaskan, (SRG) tidak ada pakai DO, petani bisa langsung berhubungan dengan SRG, ," ungkap Edi Sindrang.

M. Yunus, salah seorang petani sekaligus pengusaha kelapa sangat mendukung penerapan SRG. 

Menurutnya, perkirakan sekitar 50 persen perkebunan kelapa masyarakat di daerah sudah mengalami kerusakan parah. ia berharap dengan diterapkannya SRG ini bisa menjadi harapan baru bagi petani kelapa untuk bangkit. 

"Kita selaku petani ataupun pengusaha sangat mendukung penerepan SRG ini, mudah-mudahan dengan diterapkanknya SRG petani bisa sejahtera," ucap Yunus kepada wartawan saat usai acara.

Hal serupa juga disampaikan oleh H. Bakri, warga Pulau Kijang ini sangat medukung program pemerintah inhil dalam menerapkan SRG.

"Kebun kelapa masyarakat sudah banyak yang rusak, SRG ini kan tujuannya untuk menstabilkan harga kelapa, jika harga stabil masyarakat kembali bersemangat untuk memperbaiki kebun-kebun mereka yang rusak," tutup Bakri. (Ard) 

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!