Ini Harapan Eks Gafatar Dari Kota Cimahi Kepada Pemprov Jabar

Bandung~Eks pengikut Gafatar asal Jabar yang berjulah ratusan ini ditampung di Dinsos Jabar. Mereka berharap setelah proses pembinaan dapat melanjutkan perjalanan hidup seperti masyarakat pada umumnya.

  Mantan Ketua Gafatar asal Kota Cimahi Djunaedi yang mewakili kelompoknya meminta Pemprov Jabar memberikan solusi dan memikirkan nasibnya. Sebab, banyak orang dewasa usai dipulangkan dari Kalimantan Barat kehilangan pekerjaannya.

  "Di sana (Kalimantan) kami bertani. Ya hidup mandiri. Jadi di sana memang kami numpang dengan warga setempat. Bahkan pada saat itu sudah mau panen padi," ujar Djunaedi Kamis (28/1/2016).

  Tambah dia, eks Gafatar lainnya yang bergabung di Kalimantan Barat sepakat jika kelak sudah panen padi akan membagikan sebagian hasilnya kepada masyarakat sekitar.

  "Niat kami juga ingin memakmurkan masyarakat di sana. Kami menanam padi, juga tanam sayuran jeni kangkung dan timun," ujar Djunaedi yang mengaku menjabat Ketua Gafatar Cimahi sejak 2014.

  Ia dan anggota Eks Gafatar Cimahi lainnya berjumlah 32 kepala keluarga secara bertahap berangkat ke Kalimantan Barat. Djunaedi dan keluarganya baru dua bulan di Kalimantan Barat sebelum dipulangkan kembali ke kampung halamannya.

  "Kita kebanyakannya bekerja sebagai pedagang. Kami memilih ke Kalimantan mengusung misi kedamaian dan sejahtera," kata bapak lima anak ini.

  Kini 195 jiwa eks Gafatar asal Jabar, termasuk Djunedi, ditampung di Dinsos Jabar guna menjalani pembinaan. Mereka menempati tempat yang nyaman di zona penampungan. Djunaedi mengapresiasi positif langkah dilakukan Pemprov Jabar.

  "Ini respons luar biasa. Pemprov Jabar sudah memperhatikan kami," ujarnya.

  Untuk kedepannya, setelah beres dibina, Djunaedi berharap pemerintah tak putus dalam memerhatikan para eks Gafatar. Termasuk menpekerjakan mereka untuk demi menghidupi keluarga.

  Dia dan kawan-kawannya berkisah soal harta benda berharga dan dokumen penting yang terpaksa di Kalimantan Barat karena waktu itu terjadi insiden. Djunaedi pun tak sempat membawa kartu keluarga dan ijazah milik anaknya.

  "Saya minta kepada pemerintah di sini untuk membuatkan lagi KK dan ijazah. Selain itu, pikirkan juga nasib sekolah anak-anak saya dan anak teman saya lainnya. Ya, harapan lainnya agar masyarakat jangan mengucilkan kami," ujar Djunaedi. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!