Sejak Di Lantik Jadi Ketua Komisi XI Ahmadi Noor Supit Kini Sudah Legowo

Jakarta~Bergeser dari kursi Ketua Banggar, Ahmadi Noor Supit empat bersuara keras kepada Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto. Tapi setelah dia dilantik jadi Ketua Komisi XI DPR tak lagi menyerang Novanto.

  Saat ini Ahmadi menduduki ketua komisi XI DPR yang juga masih bidang keuangan, menggantikan rekannya Fadel Muhammad.  Pelantikan Supit dilakukan di ruang rapat komisi XI gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/1/2016), oleh Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

  Acara Pelantikan ini hanya selang sekitar satu jam setelah Taufik melantik Ketua Banggar Kahar Muzakir.

  Setelah pelantikan Supit mengatakan, bahwa pergantian pimpinan atau pergeseran adalah hal yang biasa dilakukan oleh fraksi. Supit tak keberatan digeser dari ketua Banggar ke ketua komisi XI.

  "Hal itu sudah biasa. Karena itu saya kira kalau ditugaskan sebagai anggota atau pimpinan ya biasa. Sekarang ada penugasan di komisi XI, saya harus terima," kata Supit.

  Ia menilai, banyak persoalan di komisi XI yang harus diselesaikan, tentu berkaitan dengan keuangan. Dia menyebut akan melaksanakan tugas sebagai komisi XI dengan baik.

  Saat ditanya terkait sikapnya yang lalu dan sempat memprotes tentang pergantian dirinya dari ketua Banggar, Supit menyebut bukan rotasi yang dia persoalkan. Tapi pengisian orang-orang yang menurutnya ada atau tidak berkompeten.

  "Persoalannya setiap penempatan itu performancenya, itu akan merugikan partai," ujarnya.

  Kini Supit sudah legowo dengan posisi baru tersebut. Padahal pada saat menyadari dirinya digeser dari kursi Ketua Banggar DPR, Waketum Golkar kubu Ical ini mengungkap adanya gejolak di fraksi partai beringin.

  "Di kalangan internal fraksi, gejolaknya kuat banget," kata Ahmadi saat berbincang, Rabu (6/1/2015) tahun lalu.

  Dia seolah menjadi salah satu korban dari perombakan itu karena dia dicopot dari posisi Ketua Banggar DPR Ri. Menurutnya, Novanto memanfaatkan posisinya yang dekat dengan Aburizal Bakrie. Baginya perombakan ini sangatlah politis.

  "Semuanya digantikan oleh Geng Novanto. Saya digantikan oleh Kahar Muzakir, ini sangat politis, " keluhnya.

  Dia (supit) bahkan mengungkit kepengurusan Golkar yang tidak sah di mata pemerintah setelah Menkum HAM mencabut SK kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol. "Status partai kan belum sah karena belum ada yang diakui. Kalau bicara objektif kan seharusnya tidak bisa diterima, tapi itu teman-temannya Novanto. Ya lihat saja perkembangannya," ucap Supit.

  "Tapi kini situasinya lain. Drama perpecahan FPG DPR setelah ditunjuknya Novanto jadi Ketua Fraksi Golkar pun berakhir dengan damai. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!