Berita Terkini

Tagihan Listrik Golkar Diumbar, Kubu Agung Lempar Sindiran

Sabtu, Januari 02, 2016
Jakarta~Bendahara Umum Golkar versi Munas Ancol Sari Yuliati risih tagihan listrik serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kantor DPP partainya diumbar ke publik oleh kubu Ical. Sari pun melempar sindiran.

  Sari mengatakan kantor DPP Golkar sudah dipakai bersama sejak 1 November 2015. Seharusnya, tagihan listrik pun dibayar secara bersama.

  Seharusnya lagi, kubu Ical, berinisiatif mengajak pihaknya bersama-sama membereskan tagihan listrik tanpa perlu mengumbar ke media.

  "Partai Papa masa nggak punya uang? Bicara soal Freeport, uang kecil gini ribut ke media," ujar Sari, Sabtu (2/1/2015).

  Sari juga menambahkan, pihaknya siap bertanggung jawab melunasi semua tagihan listrik dan PBB kantor DPP Golkar. Namun sari mempermasalahkan cara kubu Ical mengumbar soal tagihan ini ke media.

  "Saya secara pribadi dan institusi siap bertanggung jawab kok, cuma caranya aja, setiap hal ada konsekuensi dong," katanya.

  Sari juga menanggapi pernyataan Bendahara Umum Golkar hasil Munas Bali, Bambang Soesatyo, yang menyebut nilai PBB kantor Golkar Rp 1 miliar lebih belum dibayar Agung dkk. Sari menjelaskan PBB kantor Golkar hanya sekitar Rp 600 juta.

"Dan itu belum jatuh tempo," imbuhnya(dtk)