Presiden HKBP Se-Asia Adakan Kunjungan Ke Rokan Hulu

RokanHulu:Riaunet.com~Sepulangnya kunjugan dari Jerman, Presiden HKBP Se-Asia, Pdt.Willem TP Simarmata, MA dan istri serta rombongan tiba di Simpang SKPD Kabupaten Rokan Hulu-riau, Minggu (21/02/16) Pkl 09.00 wib.

Kunjungannya ke Rokan Hulu untuk menghadiri Pesta Perak 25 Tahun HKBP ESTOMIHI, dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian langsung disambut oleh Praeses HKBP Distrik XXII Riau, Pdt. Banggas R.H Simanungkalit STh, Pendeta Ressort, Para Sintua, Toko Agama, Masyarakat, serta jemaat HKBP setempat. 

Kedatangan Presiden HKBP Se-Asia tersebut dalam rangka menghadiri MBO (Mameakhon Batu Ojahan) mangompoi dan Pesta Perak 25 Tahun Hkbp Estomihi Ressort Estomihi di jalan Lintas Dalu-Dalu- Pasir Pengaraian, dengan berjalan kaki beliau diarak bersama menuju Gereja HKBP.

  Kemudian dilanjutkan pelepasan burung merpati, penanaman Pohon, dan pelepasan Balon Keudara oleh Istri Ephorus Ompung Boru Purba sebagai simbol keikutsertaan HKBP dalam mewujudkan perdamaian Dunia, melestarikan lingkungan hidup, dan ucapan syukur 25 Th HKBP ESTOMIHI yang disaksikan oleh para Undangan serta Stake holder Hkbp serta jajarannya. 

Pdt.Willem mengatakan, “ Orang Benar dan percaya diberkati Tuhan, Serta diberi Kekuatan dalam menghadapi segala tantangan Hidup dan kehidupan. Ikutilah teladan Tuhan Yesus yang rela mati dikayu salib. Salib adalah Lambang Kasih, Penderitaan sekaligus  keselamatan atau jalan menuju sorga. Berdirilah tetap dan teguh dalam Tuhan Maka hal itu mampu mengubah Hidupmu menuju kebahagian lahir dan batin . (Inti Khotbahnya). 

Acara ini juga di hibur oleh artis Top Batak Erick Sihotang (Abang Kandung Judika Sihotang) dari jakarta yang diiringi Grup Band Lusita Musik Pimpinan Lumban Tobing dari Pekanbaru . 

Kepada Wartawan Pdt.Willem Mengatakan, Gereja memiliki landasan Etik,Moral, dan Spritual. Itu tugas dan fungsi Gereja. 

"Gereja harus melayani Dunia, menjaga perdamaian dan solidaritas kebersamaan. Acara ini bukan hanya Seremonial saja, warga Gereja harus menjadi warga yang bertanggung jawab dan taat Hukum ( Hukum Allah dan Hukum Negara,red), menghargai kemajemukan ,perbedaan, menghormati agama lain," kata willem.

Ia juga mengingatkan, bahwa perbedaan bukan alat untuk konflik tetapi melatih manusia untuk semakin berjiwa besar dan dewasa dalam iman dan hal yang positif menuju persatuan dan kesatuan. 

"Jangan sekali-kali melakukan sesuatu yang dapat dikategorikan tindakan melawan hukum, camkan itu baik-baik," tutupnya .(Fah) 
        

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!