3000 Peraturan Daerah Bermasalah Yang Ada Kemendagri Akan Dihapus

Jakarta~Joko Widodo keluhkan adanya sejumlah regulasi yang menghambat iklim investasi. Di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) misalnya ada 42 ribu peraturan. Di Kementerian Dalam Negeri ada 3 ribu peraturan daerah.
Presiden Joko Widodo memerintah agar sejumlah peraturan itu dihapus.

  "Bayangkan ,sebagai kapal besar, aturan kita sebanyak itu. 42.000 peraturan presiden, peraturan pemerintah dan peraturan daerah. Semua itu akan sangat menyulitkan dan akan menghambat dan menjerat kita sendiri hingga fleksibilitas kita, kecepatan kita bertindak jadi terhambat," tutur Presiden saat berbicara di pertemuan tahunan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang berlangsung  di Gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

  Acara ini dihadiri anggota ISEI dan sejumlah menteri kabinet kerja.
Presiden memastikan bahwa semua peraturan yang dirasa menghambat itu akan dihapus, termasuk 3000 peraturan daerah yang ada di Kementerian Dalam Negeri.

  "Ini yang akan kita hapus, kita kurangi sebanyak-banyaknya. Saya sudah perintah mendagri yang 3.000 itu hilangkan semuanya dalam tahun ini," ujar Jokowi.

  Ia tak mau lagi peraturan yang bermasalah dikaji dulu sebelum dihapus.

  "Tidak perlu dikaji, wong bermasalah kok harus dikaji. Perda retribusi, perizinan, aneh-aneh. Semakin kita dalami semakin aneh, nggak usah dikaji," kata Jokowi.

  Ia mengaku sering terbentur dengan sejumlah peraturan saat akan mengambil sebuah keputusan. Sejumlah anggota kabinet juga sering terbentur dengan adanya peraturan menteri.

  Seharusnya, tambah jokowi, peraturan presiden dan peraturan menteri bisa diubah agar keputusan bisa diambil secara cepat.

  "Peraturan inikan yang buat kita sendiri, dan diubah yang sederhana yang bisa cepat memutuskan," kata Jokowi.

  Ia baru akan menyerah jika keputusan yang diambil bertentangan dengan undang-undang. "Kalau undang-undang harus revisi. Segera minta revisi," ujar Jokowi. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!