Akhirnya Pembunuh MR X Di Rohul Di Tangkap Polisi

RokanHulu:Riaunet.com~Pelaku pembunuhan sadis di tepi Jalan Lintas Provinsi (Jalinprov) tepatnya di Simpang Surau Munai, Sungai Siyih, Desa Pekan Tebih, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang terjadi Jumat (19/2) lalu, akhirnya berhasil ditangkap polisi.

Kini tinggal satu orang lagi masih dalam pengejaran polisi dan satu diantara dua pelaku dihadiahi timah panas karena berusaha lari saat ditangkap polisi. 

Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Wirawan Novianto, melalui konfrensi pers, Selasa (1/3/2016) mengatakan, awalnya polisi mendapat laporan adanya mayat laki-laki Mr X yang ditemukan warga di tepi Jalan. 

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata itu korban dari tindak pidana pembunuhan berencana dan curas, korban itu  bernama Yefiaro Ndruru (35), BHL PT RAPP Estate Cerenti, di Kabupaten Kuantan Singingi-Riau.

Ditubuh korban terdapat 18 tusukan benda tajam, Satuan Reskrim Polres Rohul telah melakukan identifikasi sidik jari, pencocokan sejumlah temuan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) serta laporan dari pihak keluarga," kata kasat Reskrim. 

Kasat juga menjelaskan, dari keterangan keluarga korban, saat terakhir keluar dari rumah, korban membawa uang sekitar Rp10 juta. Tapi uang yang ditemukan tim dari dalam kaos kaki yang dikenakan korban hanya Rp4,5 juta. 

"Setelah kita lakukan penyelidikan secara intensif pelaku sebanyak 3 orang, yakni At, FG dan FH, saat itu  korban dijemput dua tersangka ,korban dibonceng FG, sampai di TKP, pelaku berpura-pura kalau sepeda motornya rusak," jelas kasat. 

Ia menambahkan, kedua pisau ini jenis keris ,milik FG berwarna kuning  dan FH berwarna merah, kedua  bilah keris inilah digunakan untuk menghabisi nyawa korban, bahkan tim juga menemukan Hand phone milik korban dipakai FH. 

"Kedua tersangka ini kita tangkap di  Afdeling 5 PT PIS II Kepenuhan, awalanya 1 pelaku sempat melarikan diri, makanya kita lumpuhkan dengan timah panas," kata kasat lagi. 

Lanjut dia, untuk kedua pelaku terancam pasal 340 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau 20 tahun penjara dengan modus operandi  perampokan dan pembunuhan. 

"Tapi pelaku inisial AT hingga kini belum bisa kita amankan, sementara waktu statusnya masih Daftar Pencarian Orang (DPO)," ujarnya (Fah) 

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!