Merasa Rugi ,Kepala Bank Sari Madu Kabun Polisikan Anggotanya

RokanHulu:Riaunet.com~Seorang pria yang berinisial MH Diduga gelapkan uang perusahaan. Pria yang bekerja sebagai Kasi Perkreditan di Bank Sarimadu Kabun dilaporkan ke pihak Kepolisian. Pria ini diduga telah gelapkan uang perusahaan sebesar ratusan juta untuk kepentingan pribadi atau membayar hutangnya. 

Kapolres Rokan Hulu, AKBP Pitoyo Agung Yuwono, SIK. Mhum melalui Kasat Reskrimnya, AKP M. Wirawan Novianto, SIK mengatakan, laporan itu sudah diterima Polsek Kabun sejak Kamis (4/3) lalu. Dalam hal ini terlapor adalah MH, yang menjabat Kasi Perkreditan di Bank Sarimadu Kabun. 

"Sang Pelapor adalah Kepala Bank Sarimadu Kantor Kas Kabun M. Rofiq Rusli," kata AKP M. Wirawan, Kamis (10/3/2016).

AKP M. Wirawan SIK menyebutkan, ada dua orang saksi ,yaitu Ayang Sari yang juga selaku Teller diBank Sarimadu Kantor Kas Kabun tersebut dan Mukhtar yang juga Karyawan Bank Sarimadu Aliantan. 

"Pelapor dan saksi-saksi sudah kita mintai keterangan," ujar AKP M. Wirawan. 

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan pelapor dan saksi-saksi dalam LP/09/III/ 2016 tgl 04 maret 2016 tentang dugaan tindak pidana penggelapan uang ini berawal pada Kamis (25/2) lalu, terlapor MH mengambil uang sebesar Rp.110.000.000 dari laci kas Kantor Bank Sarimadu Kabun. 

Selain itu dia juga menyuruh Ayang Sari (Teller) untuk mengirim dan transferkan uang ke nomor rekening 13 nasabah dengan menggunakan slip setoran dan slip transfer tanpa di sertai uang tunai. Total yang ditranferkan yakni Rp. 685.090.000,-. 

"Mendapat laporan dari Teller Bank, M. Rofiq (KA BANK) mencurigai dan melakukan audit. Ternyata tranfer yang dilakukan MH untuk membayar hutang pribadi nya dengan menggunakan uang Kantor," terang AKP M. Wirawan. 

Lanjut AKP M. Wirawan ,Setelah mengetahui kejadian tersebut, pihak Bank Sarimadu langsung melakukan pemblokiran sebanyak Rp .515.000.000 ,sedangkan yang tidak berhasil diblokor berjumlah Rp170.090.000 dan di tambah dg uang Cash sejumlah Rp 110.000.000, sehingga Bank Sarimadu Kantor Kas Kabun mengalami kerugian sebesar Rp 280.090.000. 

"Kasus ini masih dalam proses, hingga kini belum ada satupun menjadi tersangka. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dan alat bukti.

"Ini bisa kita kenakan pasal tindak pidana penggelapan uang dalam jabatan dan undang-undang Perbankan. Tapi kita dalami dulu laporan ini," tutup AKP M. Wirawan. (Fah)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!