Petani Peladang Tandikat Minta Kepastian Haknya Kepada PT SRS

RokanHulu:Riaunet.com~Petani Peladang Tandikat Desa Cipang Kiri Hilir kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu-Riau menagih haknya kepada manajemen PT  Sawit Rokan Semesta (SRS) seluas 150 Hektar sesuai dengan kesepakatan.

“Kami menagih kesepatan yang telah dijanjikan oleh perusahaan sebelumnya. Sebagai masyarakat tempatan kami juga ingin menikmati hasilnya,” kata Marwan, Senin (28/3/2016). 

Marwan menegaskan, pada 2010 lalu perusahaan dan masyarakat telah membuat MoU atau kesepakatan. Dimana dalam kesepakatan tersebut akan membuka kebun Kelapa Sawit pola Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) dengan bagi hasil 70/30. 

Di Pasal 8 dalam Perjanjian itu disepakti tentang hak masyarakat, baik yang memiliki bukti yang pernah dikuasai , atau masyarakat yang dilengkapi atau dilakukan kerja sama antara pemilik lahan dengan perusahaan untuk mengelola lahan tersebut,"tambahnya. 

“Dalam pasal 8 perjanjian itu, lahan yang pernah dikuasai masyarakat akan di ingklapkan atau dilakukan negoisasi antara pemilik lahan dengan perusahaan,” ujar Marwan.

Namun saat ini permasalahan baru muncul lagi, dimana hak masyarakat atas lahannya tidak bisa direalisasikan oleh perusahaan, karena manajeman SRS memberikan syarat kepada masyarakat. Kalau mau direalisasikan lahannya harus terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari Datuk Rum dan Datuk Bosa. 

“Kami selaku anak-kemanakan sudah berulangkali mengajukan kepada Datuk Rum dan Datuk Bosa, namun jawabannya,hanya iya saja tanpa memberikan rekomendasi,” tegas Marwan. 

Ia merasa tanda tanya kepada kedua Tokoh adat yang di tuakan didesanya. Apa tidak mau memberikan rekomendasi, ini diakuinya kalau untuk ganti rugi di kampung tengah desa Sei Sikijang kedua datuk itu memberikan izin rekomendasi. 

“Menurutnya ini seperti ada pilihkasih, kami hanya minta apa yang menjadi hak kami,” ujarnya.

Kalau belum ada kepastian, dalam waktu dekat Kasus ini akan dilaporkannya kepada pihak kecamatan bahkan kalau perlu sampai ketingkat kabupaten. 

"Sebab dirinya bersama 70 warga pemilik lahan lainnya sudah bosan menunggu kepastian dari Tokoh Adat dan manajemen Perusahaan PT SRS ,"tutup Marwan. (Fah)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!