Polres Rokan Hulu Gelar Rekontruksi Pembunuhan yang Diduga Berencana

RokanHulu:Riaunet.com~Satuan jajaran Reskrim Polres Rohul gelar rekontruksi pembunuhan salah seorang warga Kabupaten Kuantan Singingi asal Pulau Nias, Yefiaro Nduru (35) di dua lokasi, yakni Simpang Kumu Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir serta Simpang Surau Munai Desa Kepenuhan Hulu, Kecamatan Kepenuhan Hulu pada Senin (28/3/2016). 

Rekontruksi ini dilakukan oleh tiga pelaku di Perumahan PT. PISP II Kecamatan Kepenuhan, dan dipindahkan ke salah satu warung Simpang Kumu. Hal ini dilakukan guna menghemat waktu pihak Penyidik Polres Rohul. 

Rekontrusi ini (reka ulang) dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Muhammad Wirawan Novianto, dan dihadiri Kapolsek Rambah Hilir AKP Tri Hidayat.

Dalam reka ulang tersebut, terungkap Selasa (16/2/2016) pagi, ketiga tersangka merencanakan menghabisi korban Yefiaro, yakni Fatinudi Halawa (tersangka 2), Frans Gulo (tersangka 3), dan tersangka satu yaitu Patasia Lembu yang merupakan otak pelaku kabur dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian. 

Dari Pengakuan tersangka Frans Gulo, pada Selasa sekitar pukul 21.00 Wib, dirinya  dan dua tersangka lain (Patasia dan Fatinudi) berangkat ke Simpang Kumu guna menjemput korban Yefiaro, buruh PT. RAPP Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, yang datang dengan angkutan umum super ben. 

"Kemudian tidak lama menunggu di warung depan Pasar Kamis Simpang Kumu, Selasa malam pukul 22.00 Wib, korban Yefiaro Nduru tiba. Sebentar mengobrol, korban dibonceng Frans Gulo berencana ke PT. PISP untuk membawa 10 buruh yang akan diperkerjakan oleh korban. 

Setelah Di tengah perjalanan, tersangka Patasia dan Fatinudi yang lebih dulu berkendara berhenti di simpang menuju Surau Munai Desa Rambah Hilir Timur Kecamatan Rambah Hilir. Keduanya berpura-pura bahwa rantai sepeda motornya rusak. Padahal jalan itu bukan jalan menuju PT. PISP II. 
"Saat Frans Gulo berpura-pura perbaiki rantai motor, kemudian tersangka Patasia Lembu minta rokok ke korban Yefiaro. Sebelum rokok diberikan, Patasia menikamkan dua kali menggunakan pisau yang sudah dibawanya, ke perut korban. 

Meskipun ditusuk pisau, namun korban masih sempat kabur ke jalan lintas Provinsi Riau. Melihat korban kabur, Patasia Lembu yang merupakan otak pelaku mengejarnya. Lagi-lagi tersangka menikam korban. Korban masih sempat lari, namun Patasia masih mengejarnya kemudian sempat lagi menusukan pisaunya. Akhirnya korban Yefiaro tersungkur dan sekarat di dalam parit, di semak-semak sekira 2 meter di pinggir Jalinprov Riau tersebut 
Kemudian, tersangka Frans Gulo dan Fatinudi Halawa yang awalnya, tidak ikut menikam akhirnya juga ikut-ikutan setelah diancam tersangka Patasia Lembu, “Ayo tikam dia, bila tidak kalian yang aku tikam,” jelas penuturan tersangka Frans Gulo. 

Secara bergantian, tersangka Fatinudi Halawa, Frans Gulo tusukkan pisau ke tubuh korban hingga korban tewas bersimbah darah di dalam parit. 

Kasat Reskrim Polres Rohul AKP M Wirawan Novianto dalam Reka ulang tersebut mengatakan, sedikitnya ada 36 reka adegan dilakukan Frans Gulo dan Fatinudi Halawa di dua lokasi. 

“Pada Prinsipnya, keterangan di BAP dengan reka adegan, ada penambahan keterangan saja,”kata Wirawan.

Dari 36 reka adegan, lanjut AKP M. Wirawan, ada dua rencana dari ketiga tersangka untuk menghabisi korban Yefiaro Nduru. Dari pembunuhan tersebut, korban mengalami sekira 18 tusukan di bagian perut, pinggang, dan punggung belakang bagian kanannya. 

“Saat ini Tersangka inisial A (A. Patasia Lembu) masih DPO,” ujarnya. 

Ia mengatakan, dari hasil reka adegan diketahui, motif dan tujuan utama pembunuhan dilakukan ketiga tersangka adalah untuk mengambil uang yang sudah dibawa oleh tersangka sebesar Rp10 juta. 

Saat kejadian, ketiga tersangka hanya dapatkan uang Rp 5 juta. Sementara uang Rp 4,700.000 disimpan korban dalam kaos kaki di dalam sepatunya dan ditemukan Tim Identifikasi Polres Rohul saat proses identifikasi saat itu. 

Atas perbuatannya, ketiga tersangka diancam pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati. "Kalau penyidikan sudah cukup segera kita limpahkan ke Kejaksaan," kata AKP M. Wirawan. 

Kejaksaan Negeri Pasir Pengaraian, Juan ,mengakui bahwa dari reka adegan pembunuhan yang gelar Penyidik Polres Rohul ada perencanaan. 

“Hasil rekontruksi ini sudah terihat, adanya dugaan unsur perencanaan. Namun untuk tuntutannya menunggu koordinasi dengan pimpinan nanti,” jelas juan (Fah) 

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!