Filipina Serbu Abu Sayyaf, Bagaimana Nasib Yang Disandera?

Jakarta~Pemerintah Filipina gelar oprerasi militer terhadap kelompok Abu Sayyaf Sabtu (9/4) kemarin. Namun, apakah itu berhasil membebaskan sejumlah sandera? 
Dubes RI di Filipina Johny Lumintang mengatakan, sampai saat ini belum ada informasi resmi dari pemerintah Filipina soal nasib 10 WNI yang disandera. Sejauh ini, pihaknya masih memantau secara intensif kondisi mereka.

"kondisinya masih sama, masih monitor terus. Dari operasi militer kemarin, sampai saat ini belum ada kabar berita terkait sandera," kata Johny, Minggu (10/4/2016).

Johny menyebutkan, operasi militer tidak pernah diinformasikan ke pihak lain. Makanya perkembangan soal itu pun sangat minim. Yang jelas, upaya pemerintah melakukan koordinasi dengan pihak penyandera dan para sandera masih berjalan.

"Ada perwakilan wilayah kita yang terus monitor ," ucapnya. 

Kementerian Luar Negeri Jumat (8/4) lalu memastikan bahwa 10 WNI yang disandera dalam keadaan baik. Kemenlu terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah Filiphina terkait pembebasan para sandera. Komunikasi dengan kelompok Abu Sayyaf juga terus berjalan.

Upaya ini sesuai dengan perintah Presiden Jokowi. Seperti diketahui, Presiden memerintahkan mengedepankan diplomasi. 
Terlepas dari upaya diplomasi, pemerintah Filipina rupanya melakukan operasi militer di Basilan, Filipina Selatan. 

"Juru bicara militer Filipina Mayor Filemon Tan mengatakan, ada 18 tentara dan lima teroris Abu Sayyaf yang tewas. Empat di antara tentara yang tewas dipenggal oleh kelompok ekstrim tersebut. (dtk) 

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!