[OPINI] PERSPEKTIF PENDIDIKAN INDONESIA : MEWUJUDKAN TUJUAN NEGARA DAN BANGSA

Faizal
Pekanbaru:RIAUNET.COM~Mengutip kata Soekarno pendidikan merupakan arena untuk mengasah akal dan mengembangkan intelektualitas. Dia menyebutnya sebagai renaissance-paedagogie, yaitu bagaimana mendidik untuk bangkit.


Arena pendidikan merupakan tempat tepat mengasah kemampuan anak bangsa supaya cerdas, kritis, merdeka berpikir, dan bisa menaikan derajat bangsa di hadapan dunia. Maju suatu bangsa terletak pada pendidikan, baik pendidikan maka baik suatu bangsa, buru dunia pendidikan maka buru bangsa itu.

Pendidikan merupakan media terdepan yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membawa bangsa pada era pencerahan.
Negara bertanggungjawab pada dunia pendidikan hal ini tertuang di dalam Undang-Undang Dasara 1945, dan tertuang di dalam sistem pendidikan nasional No. 20 Tahun 2003. Negara memberi pembiayaan sebesar 20 % dari APBN.

Tetapi apa bila pendidikan di lepaskan begitu saja kedunia pasar, nanti kehancuran suatu bangsa. Kalau berbicara pasar tentu berbicara untung rugi. pendidikan bukan masalah untung rugi tetapi pendidikan mampu menelurkan sebuah generasi berguna bagi bangsa dan Negara.
Pendidikan kita bertujuan untuk membangun tatanan bangsa yang berbalut dengan nilai-nilai kepintaran, kepekaan, dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pendidikan mampu mengatasi permasalah kemiskinan pengetahuan , kebodohan,  dan buta huruf bagi bangsa. 

Tingginya sumber daya manusia dan berkembangnya Teknologi terletak pada pendidikan.
Tetapi dunia pendidikan telah terjerumus pada dunia pasar, maka siapa yang berduit (Modal) maka akan dapat pendidikan bermutu dan mampu berkuasa, sedangkan ekonomi kebawah semakin tertinggalkan, baik tinggal dengan perkembangan ilmu pengetahuan maupun masalah perekonomian. Penyebab utama di berikan otonomi sekolah dalam mengurus pendidikan.

Maka ini merupakan jebatan bagi kaum-kaum kapitalis yang mencari keutungan di dalam dunia pendidikan. Kalau pendidikan di lepaskan, maka di mana letak control Negara, dan tanggung jawab Negara, berarti telah melanggar konstitusi Negara. Mari kita belajar pada Negara lain, kita liat di Negara Singapura Negara bertanggung jawab penuh terhadap pendidikan bagi warganegaranya, apa bila masyarakatnya tidak ada biaya maka Negara memberikan pinjaman untuk pendidikan.
Coba kita bercermin dan belajar pada Negara-negara maju, dalam dunia pendidikan dan kehidupan pada umumnya. Belum lagi masalah mutu pendidikan, Indonesia terletak pada rangking ke-112 dari 175 negara di dunia. Kita kalah dari Negara-negara tetangga, yaitu Singapura pada peringkat ke-28, Brunei Darussalam ke-31, Malaysia ke-58, Thailand ke-74 dan Filipina ke-85 sesuai hasil peringkat Human Development Index (HDI).

Masalah pendidikan Indonesia komplek mulai dari pemerataan sarana dan prasaran sekolah antara kota dan desa sangat berbeda, jumlah guru, dan lain-lain.


Para pendiri bangsa (The Founding Fathers) ini telah menggas agar Indonesia Melek huruf, jangan sampai bangsa yang besar dan kaya ini angka melek huruf sangat sedik dari pada buta huruf. Maka dari itu Negara bertanggung jawab pada pendidikan 100 % dan jangan di lepaskan kedunia Kapitalis yang tidak bertanggungjawab, wujudkan dana pendidikan 20 % dari APBN.

Pemimpin bangsa ini mari belajar pada Ki Hadjar Dewantara, Tan Malaka, dan Soekarno, dan Tokon Pendidikan dunia Faulo Freire dalam mengelola pendidikan. Supaya bangsa ini bisa terwujud tujuan bangsa ini yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 yaitu, Mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan keadilan sosial, dan melaksanakan ketertiban dunia. Maka pendidikan hal yang fundamental menjadi Negara berdaulat, adil dan makmur maka terwujud Negara Paripurna yang kokoh, langgeng sampai berabad-abad. (rdk).

Penulis : Faizal


Tanggal : 17 April 2016

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!