Saat Ini Durian Merah Lagi Diburu Peneliti Dari Mancanegara

Banyuwangi~Tak hanya diburu oleh wisatawan, tapi durian merah asal Banyuwangi ini juga jadi incaran peneliti mancanegara untuk riset pengembangan buah khas tropis. 
Seperti dari Malaysia, Brunai Darussalam, Thailand, dan Australia datang ke lokasi pengembangan durian Merah. Mereka belajar mulai dari cara tanam hingga pembesaran.

"Mereka datang tidak sembarangan, para peneliti sengaja dikirim oleh negaranya untuk belajar tentang durian merah untuk dikembangkan di negaranya. Misalnya saja dari Agriculture and Riset Development, Kementrian Sains, dan Teknologi Malaysia dan atase pertanian Kedutaan Thailand," kata Eko Mulyantoro (44), Peneliti sekaligus pengembang durian merah dari Forum Pemerhati Hortikultura Banyuwangi, Minggu (10/4/2016). 

Ia menjelaskan, awalnya jumlah pohon durian merah di Banyuwangi hanya ada 5 buah pohon yang tersebar di beberapa wilayah. Selanjutnya dimulailah pengembangan durian merah untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik. Caranya melalui proses polinasi (penyerbukan) di lingkungan yang sesuai dengan syarat tumbuh durian merah. 

"Kami telah melakukan riset, yang cocok untuk pengembangan durian merah di Banyuwangi hanya ada di lima Kecamatan yakni Kalipuro, Glagah, Songgon, Licin, dan Kecamatan Giri," jelas Eko.

Eko menyebutkan, lima wilayah ini tanahnya memiliki unsur hara yang istimewa karena mendapatkan asupan sulfur dari Gunung Ijen ataupun Gunung Raung, ditambah hawa laut dari selat Bali yang kaya akan mineral. 

"Mineral dan Unsur hara sangat berpengaruh pada karakteristik durian merah yang akan dihasilkan, termasuk dagingnya yang berwarna merah," ujarnya. 

Sekali proses polinasi, lanjut Eko, akan dihasilkan 10-25 jenis buah durian merah yang berbeda-beda. Namun saat biji hasil buah itu disemai tidak semuanya akan tumbuh menjadi tunas. Tunas-tunas yang berhasil tumbuh inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhan baru hingga mencapai 65 varietas. 

"Saat tumbuh menjadi tunas kemudian tunas dipotong dan ditempel ke pohon yang sudah besar dengan metode top walking. Dengan metode ini tidak perlu menunggu sampai bertahun-tahun agar pohon durian merah berbuah, hanya 2,5 tahun sudah bisa produksi," jelasnya. 

Dari 65 varietas yang ditemukan melalui proses tersebut, menghasilkan karakteristik pohon dan buah yang berbeda-beda, seperti warna daging buah nya, ada yang merah block dan merah grafis. Untuk rasa juga beragam ada yang manis, asin gurih, bahkan pahit. 

"Pengembangan durian merah ini terus kami lakukan dengan merangkul para petani melalui pemberian bibit maupun spesimen secara gratis. Kami berharap semakin banyak petani yang mampu menanam durian merah karena nilai ekonomis buah ini sangat tinggi. Per kilogramnya mencapai Rp 150-275 ribu, maka bisa menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan bagi siapapun yang ingin mengembangkan," ujar Eko. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!