Terkait Pelantikan Suparman, Masyarakat Rohul Minta Agar Mendagri Bersikap Tegas

RokanHulu:Riaunet.com~Dengan akan dilantiknya Suparman sebagai Bupati Rokan Hulu (Rohul) terpilih pada Pilkada 9 Desember 2015 lalu. Masyarakat Rohul meminta kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Cahyo Kumolo, jangan plin-plan, sebab dampaknya kini ratusan ribu jiwa masyarakat psikolgis terganggu, akibat  statemen yang belum jelas. 

"Coba kita statemen di media terkait akan dilantiknya Suparman, Bahasa apa itu?, "Mungkin Iya, Mungkin Tidak" kemudian ada juga statemen yang mengatakan "Mempertimbangkan dalam waktu yang tidak ditentukan", kata-kata itu membuat keresahan di tengah-tengah masyarakat, pak Mendagrdi Cahyo Kumolo, cobalah turun ke Rohul, lihat dampak statemen itu. 

Kita khawatir nantinya akan muncul tindakan radikal dan tindakan yang tidak diinginkan di tengah-tenggah masyarakat, sebab tidak ada kepastian tentang pelantikan tersebut," kata salah satu pemuka Masyarakat Rohul, H. Syarkawi, kamis (14/4/2016).

Syarkawi yang juga (Mantan Ketua Kadin Rohul) menjelaskan, kini akibat stuasi politik yang tidak stabil, ekonomi di masyarakat semakin terpuruk, sebab diperkirakan, jika pelantikan ini tertunda, APBD Rohul Tahun 2016 ini tidak akan disahkan, karena hingga kini KUA-PPAS saja belum disepakti.

"Menurut peridiksi kita, antara legislatif dan eksekutif harus selaras dalam mengisi pembangunan di kabupaten Rohul, nantinya jika APBD disahkan pada saat pimpinan saat ini, dan ketika sudah berjalan ada pemimpin eksekutif baru, secara  hirarki ini tidak akan singkron, sebab visi-misinya sudah berbeda," jelas Syarkawi. 

Syarkawi berharap kepada Mendagri Cahyo Kumolo, jangan mengacak-acak masyarakat Rohul, kini kondisi perekonomian masyarakat sudah sangat morat-marit, akibat dari stabilitas politik tidak menentu, karena kebijakan Mendagri yang seolah-olah belum jelas.

Saat ditanya, terkait kasus hukum yang memimpa Suparman (Bupati Rohul Terpilih), di KPK-RI, Syarkawi menjawab itu hal yang sangat berbeda, jika ada aturan Pilkada harus dilantik, mesti dijalankan sesuai aturan, sebagai masyarakat yang taat kepada hukum, mestinya harus memperhatikan azas praduga tak bersalah. 

"Jadi kami meminta kepada Mendgari Cahyo Kumolo, harus mengedepankan ke kondusifitas masyarakat, jika Polri pada Pilkada kemarin sudah berhasil mengamankan Rohul, jangan gara-gara kebijakan pemerintah pusat jadi ketentraman di masyarakat bawah tidak nyaman bahkan timbul keresahan," ujarnya.

Ia menambahkan, jika ini berlarut-larut tentu sangat berpotensi pada keamanan di tengah-tengah masyarakat, apalagi yang pro-kontra di antara pendukung masing-masing calon. 

"Jadi kami berharap segera dilantik sesuai aturan Pilkada dan Pemerintah Daerah, jika tidak kita khwatir nanti akan muncul tindakan-tindakan anarkis di masyarakat, apalagi kondisi ekonomi juga lagi terpuruk dan tidak menentu itu bisa jadi pemicunya," tukasnya. 

"Sekali lagi kami masyarakat Rohul meminta Mendagri  harus tegas serta mengacu pada aturan hukum dan undang-undang yang berlaku, kemudian tetap mengedepankan  azas parduga tak berasalah" tutup Syarkawi. (Fw) 

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!