ADVERTORIAL Bupati Rohul Akan Tindak Lanjuti Program Presiden RI"Nawa Cita, dalam Revolusi Mental

Bupati Rohul H.Suparman.S.Sos.M.Si saat di wawancarai
Wartawan, senin (2/5/2016).
RokanHulu:Riaunet.com~Usai pelaksanaan Apel pagi dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Senin, (2/5/2016), pada Mingggu kedua menjabat Bupati Rokan Hulu (Rohul) H.Suparman S.Sos, M.Si bersama Wakil Bupati H.Sukiman, dengan tegas menyatakan, kedepan Pemkab Rohul komit akan lebih memperioritaskan kebutuhan pendidikan, karena hal itu, juga masuk agenda program 100 hari kerja keduanya. 

Bupati Rohul H.Suparman, S.Sos, M.Si kepada wartawan di Ruang Kerjanya menyebutkan bahwa dirinya dengan Wabup Rohul untuk menindak lanjuti program "Nawa Cita" Presiden Republik Indonesia Joko Wido (Jokowi), termasuk di antaranya adanya revolusi mental dengan melaksanakan pendidikan yang baik. 

"Kita tentu akan mematuhi aturan pemerintah, yakni sekitar 20% dari APBD wajib dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan, dan itu akan kita lakukan, namun semunya harus dilakukan secara bertahap, karena keterabatasan anggaran yang kita miliki," sebut Bupati Rohul.

Namun untuk menyiasati ketebatasan anggaran tersebut ,kita akan melibatkan semua elemen, termasuk masyarakat dan dunia usaha. 

"Jadi kita minta semua pihak supaya saling bahu-membahu untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Negeri Seribu Suluk ini. Jadi diminta kepada pihak pengusaha di Rohul supaya melibatkan diri di lingkungan perusahaan itu sendiri, supaya sarana dan kebutuhan pendidikan bisa dicukupinya," ujarnya. 

Diitanya soal adanya fenomena pendidikan di Rohul, seperti menumpuknya guru PNS di sekita Kota Pasir Pangaraian, sementara di wilayah-wilayah terpencil seperti Kecamatan Bonai darussalam, Tambusai Utara, Pendalian IV Koto, hanya kepala sekolah yang pegawai negeri. 

"Ini akan kita inventarisir kedepannya, supaya para guru-guru tersebut bisa disamaratakan penempatannya," kata suparman. 

Terkait pendidikan gratis dengan modus komite sekolah, sehingga ada kebijakan-kebijakan yang membuat masyarakat menjerit harus membayar jutaan rupiah, jika masuk sekolah Favorit, jawab Suparman, termasuk hasil nanti akan dikoordinasikan langsung dengan Kadisdikpora Rohul tentang solusinya. 

"Nanti kedepan jika ada Pungutan Liar (Pungli) yang melanggar hukum, silahkan laporkan kepada saya, bila pelru kepada pihak yang berwajib, karena itu memang menyalahi aturan yang berlaku," katanya.

Dan terkait masih minimnya infrastruktur pendidikan terutama di daerah-derah terpencil, khususnya tenaga pendidik, adanya dugaan langkah yang tidak sportif, karena ada guru yang sudah mengabdi sampai 9 tahun, sehingga menciptakan kecemburuan sosial di tengah-tengah masyarakat, Suparman mengatakan, itulah pekerjaan rumah yang harus diperbaiki kedepannya. 

"Makanya semua lapisan masyarakat harus saling bahu-membahu, mari bersama-sama untuk menuntaskan persoalan pendidikan ini, saya dan pak Sukiman sudah menjadikan hal itu sebagai prioritas utama, masyarakat dan pihak swasta harus terlibat langsung untuk membantunya," imbuhnya. (Fah/adv/humas) 

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!