Diduga PT SSL akan Serobot Tanah Masyarakat

RokanHulu:Riaunet.com~PT Sumatera Sylva Lestari (SLL) ang terletak di Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melakukan pengukuran lahan kerja secara sepihak Sabtu (7/5/2016), meski gagal namun warga adat setempat tetap menolak, karna diduga melanggar SK Mentri Kehutanan Ri. 

SK Menhut RI dengan Nomor: 82/Kpts-II/2001, tentang Pemberian Hak  Penguasaan Hutan (HPH) Tanaman Kayu Kepada PT SSL Atas Hutan sekitar 42.530 hektar di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau. point 1 Apabila di dalam areal HPH tanaman kayu terdapat lahan yang telah menjadi perkampungan, tegalan, persawahan atau telah diduduki dan digarap pihak ketiga, maka lahan tersebut tidak termasuk dan dikeluarkan dari areal kerja HPH tanaman kayu pertukangan. 

Jondri Nasution, seorang warga ditempt itu mengatakan, di lahan yang akan diukur oleh PT SSL sebagai are kerjanya, sebelum keluar SK Menhut RI tersebut, sudah ratusan tahun masyarakat menggarap lahan itu secara turun-menurun. 

"Pemerintah harus bijak. kehadiran perusahaan bukan harus menjarah kehidupan rakyat, kami sudah lama bercocok tanam di situ secara turun-menurun, jadi kalau tanah kami diambil perusahaan lalu kami mau makan apa," kata jondri.

Sementara itu ,Kepala Suku Desa Tangun, Bahori Hasibuan, di dampingi Ketua Lembaga Kerapatan Adat (LKA),  membenarkan kalau lahan itu sudah ratusan tahun yang lalu menjadi tempat bercocok tanam oleh masyarakat.

"Jika tanah itu dikuasai PT SSL, tentu sudah melanggar SK Menhut RI, kalau seperti ini kejadiannya, sudah jelas merugikan dan merampas hak-hak masyarakat.  Jadi kami meminta agar Pemkab Rohul maupun Pemprov Riau dan Pemerintah Pusat supaya menegur perusahaan PT SSL yang dinilai semena-mena terhadap masyarakat," ucap Bahori Hasibuan. 

Bahori menegaskan, jika pihak perusahaan tetap berkeras, tentu pihak adat Desa Tangun akan melaporkan hal ini keaparat hukum. 

"Kami hanya ingin hidup aman dan tenang, bisa berusaha menghidupi keluarga dan anak-anak kami," katanya.

Semetara itun Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) Tangun, Basharuddin mengaku telah diundang oleh Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Riau, namun disitu hanya terlihat pihak konsultan dari PT SSL, sedangkan pihak Dishut Provinsi Riau dan Dishutbun Rohul juga tidak ada. 

"Sepertinya ini rekayasa dari pihak perusahaan, padahal kami sudah menghadiri undangan tersebut," ujar Basharudin.

Kadishutbun Rohul, Sri Hardono saat dihubungi melalui selulernya mengakui kalau pihaknya belum ada perintah untuk melakukan pengukuran areal kerja perusahaan PT SSL ang berada di Desa Tangun kecamatan Bangun Purba. 
"Tak ada perintah, kita juga tidak tahu kalau hari ini ada pengukuran areal kerja PT SSL di Desa Tangun Bangun Purba," ujarnya. (Fah)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!