Diperiksa KPK, Ahok Sempat Ditanya Soal Disposisi Gila

Jakarta~Ahok diperiksa KPK sebagai saksi terkait suap raperda reklamasi Teluk Jakarta. Dalam pemeriksaannya, Ahok ternyata sempat ditanya soal disposisi 'gila' yang ia tuliskan untuk DPRD DKI.

  "Kenapa sampai ditulis 'gila' gitu kan, kalau ini bisa tindak pindak korupsi juga. Kan dia (KPK) punya bukti semua gitu lho," ucap Gubernur DKI tersebut, Rabu (11/5/2016).

  Dia diperiksa guna melengkapi berkas 3 tersangka dalam kasus suap itu. Yakni Anggota DPRD DKI M Sanusi, Presdir PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, dan anak buah Ariesman bernama Trinanda Prihantoro.

  "Kemarin sudah disuruh melengkapi, katanya gini, Pak Ariesman yang memberi suap hanya boleh ditahan 60 hari, jadi berkasnya harus segera naik ke pengadilan. Pak Sanusi boleh 120 hari lebih terlambat. Daripada saya bolak-balik langsung periksa untuk 3 orang," kata Ahok.

  "Kalau Trinanda saya gak kenal. Jadi ya sudah. Yang diperiksa yang Sanusi sama Pak Ariesman aja," tambahnya.

  Untuk diketahui, motif yang melatarbelakangi kasus suap dari pengembang PT Agung Podomoro Land ke anggota DPRD M Sanusi diduga berhubungan dengan pasal di Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta. Usulan Ahok soal tambahan kontribusi bagi pengembang sebesar 15 persen diminta diganti oleh DPRD menjadi cukup 5 persen saja.

  Usulan dari DPRD dibawa ke Ahok dan direspon cukup keras dengan disposisi bertuliskan: 'Gila kalau seperti ini bisa pidana korupsi!' ditambah dengan paraf Ahok tertanggal 8 Maret 2016. DPRD memberi alasan mengapa kontribusi hanya sebesar 5 persen.

  Dan hal ini dibahas pada tanggal yang sama dengan disposisi Ahok. Kala itu Ketua Balegda M Taufik dari Fraksi Gerindra menyampaikan usulan: "Tambahan kontribusi adalah kontribusi yang didapat di awal dengan mengkonversi dari kontribusi (yang 5 persen) yang akan diatur dengan perjanjian kerjasama antara gubernur dengan pengembang.

  "Secara teknis juga sudah dijelaskan oleh Bu Tuti (Kepala Bappeda) dan Bu Vera, jadi saya cuma dicocokin aja," imbuhnya. (dtk)


About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!