Aktivis: Sudah Wajar Gunung Sahilan Darusalam Dimekarkan Dari Induknya Kabupaten Kampar



Kampar:Riaunet.com~Keinginan kuat masyarakat Rantau Kampar Kiri-Siak Hulu untuk membentuk Kabupaten Gunung Sahilan Darussalam (Gusdar) yang dimotori oleh seluruh elemen tokoh Masyarakat, Alim Ulama, Ninik Mamak, Ormas dan Lainnya.

Ini juga tak luput dari gerakan pemuda yang dipelopori oleh aktivis Muda Gunung Sailan Darussalam, dalam hal ini yang juga dimotori Djong Gusdar, Himpunan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Rantau Kampar Kampar Kiri (Hippemarki) merupakan gabungan dari berbagai elemen pemuda mahasiswa yang berada di Gusdar , yang terdiri dari Eman dari Tujuh kecamatan di Kabupaten yang akan di mekarkan.

Gunung Sailan Darussalam (Gusdar)yang terdiri dari kecamatannya ,yakni Kec. Perhentian Raja, Kec. Kampar Kiri Hilir, Kec. Kampar Kiri Tengah, Kec. Gunung Sahilan, Kec. Kampar Kiri, Kec. Kampar Kiri Hulu, dan Kec. Siak Hulu. 

"Gusdar sudah wajar untuk dimekarkan, karena selama ini daerah Rantau Kampar Kiri-Siak Hulu merasa di anak tirikan dan selalu di kiri kan. Ini sudah sesuai dengan keberadaan kecamatan yang ada dirantau Kampar Kiri-Siak Hulu, baik dalam konteks pembangunan, sarana insfratruktur daerah, pelayanan pemerintahan, maupun pembangunan SDM.

Hal ini dikarenan bahwa wilayah Rantau Kampar Kiri-Siak Hulu merupakan daerah kaya dengan SDM dan SDA nya, dan sudah wajar untuk dimekarkan dari negeri yang kaya dengan wisatanya juga adat istiadatnya. Dan bahkan pernah menjadi pusat pemerintahan RI selama 7 hari dalam sejarahnya, namun hingga kini masih identik dengan kemiskinan dan serba ketertinggalan karena kurang diperhatikannya oleh kabupaten induknya (Kampar).

Hal demikian ini disampaikan, Eko Firnanda, selaku Ketua Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Rantau Kampar Kiri (Hippemarki) kepada riaunet.com, jumat (3/6/2016). 

Hal serupa juga dikatakan oleh Ketua DPP Perhimpunan Pemuda Riau, Bung Yusroni Tarigan S Sos, yang tetap komitmen dan konsisten menyuarakan pemerataan pembangunan, baik infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Riau.

Fenomena Daerah Otonomi Baru (DOB) ini tidak hanya ditingkat lokal, namun juga dibicarakan di tingkat nasional. Tuntutan Kesejahteraan dan keadilan yang disuarakan berbagai elemen masyarakat adalah fenomena ketidak terjangkauan dan ketidak merataan pembangunan oleh kabupaten induk, sehingga kita sering mendengar istilah Anak Tiri dan anak kandung," kata Yusroni. 

Selain itu, Lanjut Yusroni, Ini telah menjadikan ketidak-mampuan dan ketidak berdayaan dalam pemenuhan kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan). Sulitnya melakukan kegiatan produktif (karena kemampuan kecakapan hidup tidak diberdayakan),"lanjutnya. 

Selanjutnya kemiskinan kultural (budaya), sehingga terus merasa tidak bermartabat dan tidak memliki harga diri, serta kurangnya rasa percaya diri kita sebagai daerah yang berbudaya dan beradat. Sehingga tidak memiliki orientasi yang jauh kedepan. 

Sebagai kaum muda, sebagai ujung tombak negri ini kita wajib bersuara menyatakan yang benar itu benar salah itu salah. Mulai dari hari ini kita akan tetap melakukan konsolidasi dan gerakan bersama agar Presiden RI, DPR RI/DPD RI jangan lagi membuat janji- janji manis dalam membuat peraturan pemerintah terkait pemekaran kab/kota di Indonesia," tegas Yusroni lagi. 

Ditegaskannya, kita akan mendeklarasikan Aliansi Pemuda Masasiswa Gunung Sailan Darussalam (APA-GUSDAR) yang terdiri dari elemen Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa yang berasal dari Rantau Kampar Kiri - Siak Hulu.

"Kita akan bergerak bersama masyarakat dan pemuda mahasiswa dalam menyuarakan Pemekaran Kabupaten Gunung Sailan Darussalam," kata Yusroni, yang kerap di sapa Bung Yusroni Tarigan. (rdk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!