Ketua Askonas Rohul Berharap Agar Proses Pelelangan Dilakukan Secara Transparan



  RokanHulu:Riaunet.com~Terkait dengan mulai dilaksanakannya Kegiatan Proyek Tahun Anggaran 2016, Asosiasi Kontraktor Nasional (ASKONAS) Rokan Hulu (Rohul) meminta agar Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa di Satuan Kerja (Satker) Pemerintah Kabupaten Rohul untuk segera melaksanakan Proses Pelelangan (tender) proyek APBD Rohul 2016 secara transparan yang sesuai
dengan Peraturan dan Undang - undang yang belaku.

  Ketua Asosiasi Kontraktor Nasional (ASKONAS) Rohul, Jhon Kanedy mulai angkat bicara terkait pelaksanaan kegiatan proyek pada APBD Rohul 2016 dan mengingatkan kepada seluruh pihak untuk selalu berhati-hati dan mengedepankan transparansi dalam proses tender, sehingga diharapkan bisa mencapai target pembangunan sesuai dengan harapan masyarakat.

  "Kiita harapkan jangan ada intervensi dan diminta transparan dalam pelaksanaannya, jangan sampai ada permainan dalam proses
lelang tersebut," ucap jhon.

  Selain itu nantinya setiap proses pengadaan barang dan jasa, baik kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, panitia penerima, pelayan pengadaan, aparat pengawas intern dan penyedia barang dan jasa untuk menjalankan tanggung jawabnya secara akuntabelitas dan profesionalitas demi kesejahteraan masyarakat negeri seribu suluk,” tambah Jhon Kanedy kepada Wartawan, Selasa, (21/6/2016) di Pasir Pengaraian.

  Dikatakannya agar proses tender betul-betul fair (adil) dan harus mengedepankan prinsip transparan dan sehat. Selain itu tetap efisien, akuntabel, terbuka dan saling berperilaku adil, sehingga semua hasil pekerjaan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan.

  Dia juga mengajak kepada seluruh dunia  usaha di Rokan Hulu, mulai dari penyedia dan pengguna jasa untuk menciptakan iklim usaha yang
kondusif sehingga dapat meningkatkan pembangunan kedepannya," katanya.

  Kepala ULP, Zulkarnain ST M.Si melalui Sekretarisnya, Samsul Kamar S.Hut juga mengatakan, proses pelelangan untuk kegiatan 2016 ini sudah
berjalan, setiap Dokumen yang disampaikan Satker, ULP memproses dan memverifikasi serta langsung mengumumkannnya.

  Diakuinya saat ini baru
sedikit dokumen yang masuk, karena beberapa Satker belum meyampaikan
dokumen untuk pelelalangan," kata Zulkarnain.

  “Lelang mulai berjalan, itu bisa dilihat di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Setiap dokumen satker yang masuk, hari ini juga kita sampaikan dan kita umumkan,“ tambahnya.

  Diterangkannya, saat ini baru 11 dokumen yang masuk di ULP, yang
terdiri dari Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Rohul ada 5 Dokumen, Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Rohul ada 3 Dokumen, Dinas Perikanan dan Peternakan 1 dokumen, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Rohul 1 Dokumen dan RSUD Rohul 1 dokumen.

  "Dengan menggunakan LPSE yang dikembangkan oleh LKPP akan dapat menciptakan keterbukaan informasi dan akuntabel dalam proses tender atau pelelangan, untuk seluruh paket di Rohul sudah disampaikan Rencana Umum Pengadaannya (RUP). Seluruh Satker juga sudah menyampaikan  kegiatan yang dilelang," tutup samsul.(na)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!