LSM P2KN Pertanyakan Keseriusan Kejari Rohul Tentang Laporan Dugaan Perambahan Hutan Lindung



RokanHulu:Riaunet.com~Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN)
mengaku kecewa terhadap Kejari Pasirpengaraian Kabupaten Rohul-Riau, pasalnya laporan terkait adanya dugaan perusakan, perambahan dan pemanfaatan Hutan Lindung Bukit Suligi Kabupaten Rohul yang dilakukan oleh PTPN V hampir sebulan belum ada tindak lanjutnya.

Hal ini disebutkan Investigator Nasional DPP LSM P2KN, Kemron Sihotang kepada wartawan Kamis (16/6/2016). 

“Kami menanyakan tentang laporan dari LSM Pemantau Keuangan Negara (PKN) nomor : 020/LP/RHLPKN/IV/2016 yang sudah diterima Tanggal 19 Mei 2016 oleh Kajari Rohul melalui sekeretarisnya yang telah terbubuhkan tanda tangan," kata Kemron.

Kemron menjelaskan, dari hasil temuan kami ada dugaan kuat yang bisa mengarah kedugaan tindak pidana korupsi disana. 

"Dan kami berharap kepada Kepala Kejaksaan Negeri Pasirpengaraian Syafiruddin SH, MH dan Kasi Pidsusnya, bisa serius melakukan langkah dari laporan kami,” ujarnya 

Pada laporan tersebut, terkait adanya
dugaan perusakan, perambahan dan pemanfaatan Hutan Lindung Bukit Suligi Kabupaten Rohul seluas kurang lebih 150 Ha, sesuai kutipan dari Surat Bupati Rohul H. Ramlan Zas SH pada tanggal 19 April 2004 silam yang di sampaikan kepada Pimpinan PT. Perkebunan Nusantara V di Pekanbaru, bernomor :525/Pem /IV/04/152 tentang Penjelasan terhadap permohonan rekomendasi PT. PN V.

Terungkapnya hal ini, sehubungan dengan surat permohonan dari Manajemen PT. PNV  nomor : 496-PTPN-V/05.D5/05.10/X/IX/2003 tanggal 26 September 2003, Perihal :mohon 
rekomendasi bebas garapan areal Sei Tapung Desa Bono Tapung Kecamatan Tandun seluas 280,08 Ha yang telah ditanami komoditi kelapa sawit sejak tahun 1997. 

"Sementara surat jawaban Bupati Rohul Ramlan Zas saat itu, berdasarkan keterangan tersebut dan hasil peninjauaan Laporan pada tanggal 19 April 2004 dapat dijelaskan bahwa, lahan seluas 280.08 Ha yang di mohon PTPN V, Berdasarkan Peta kerja Dinas Kehutanan Rohul-Riau, seluas seat 08 16-41-Ujungbatu skala 1 : 50.000. 

Dipetakan kembali oleh kegiatan inventarisasi perpetaan, Penatagunaan dan pengukuhan Gubernur Riau Tahun 2002 diperkirakan kurang lebih 150 Ha lahan yang dimohonkan temasuk dalam Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi,"tegasnya. 

Saat hal ini dikonfirmasi ke Humas PT. PN V melalui salulernya, tidak aktif, di SMS juga tidak dibalas. 

"Begitu juga Kajari Pasirpengaraian Syafiruddin SH, MH yang dikonfirmasi, terkait hal ini, Hp nya juga tidak aktif, dan penjabat yang satu ini setiap di temui untuk dikonfirmasi berbagai kasus di instasinya, selalu beralasan sibuk," kata Kemron. 

Untuk diketahui berita sebelumnya, bahwa Puasa jadi Alasan Kajari Rohul untuk Menolak Bertemu dengan LSM P2KN. (fah)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!