"Membangun Konstruk Gerakan Pemuda"

Yusroni Tarigan,S,Sos.
Penulis: Yusroni Tarigan, S.Sos (Ketua Umum Perhimpunan Pemuda Riau), Selasa (21/6/2016)


Pekanbaru:Riaunet.com~Dalam sejarah Indonesia, ada satu hal yang menarik yang masih tersimpan dalam diri seorang pemuda. Meminjam ungkapan Benedict Anderson "Sejarah bangsa Indonesia adalah sejarah pemudanya". Pemuda pada sa'at kapanpun dan dimanapun tidak pernah absen memainkan perannya sebagai lokomotif perubahan disetiap momentum zamannya. 

Karakter yang kuat dimiliki oleh pemuda merupakan produk sebuah sistem tata sosial yang telah mengalami kematangan identititas sebagai agen perubahan. Begitu hebatnya potensi pemuda, hingga apa yang dilakukannya selalu bisa membuat guncangan hebat yang bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah. 

Pada zaman ini pun muncul aksi pemuda-pemuda yang progresif yang ingin negrinya berkemajuan dan berkedaulatan. Banyak fenomena sosial yang harus di suarakan oleh kaum muda dan di butuhkan solusi konkrit. Antara lain masalah yang melanda negri ini yakni kemiskinan, keterpurukan ekonomi, pengangguran, degradasi moral, korupsi, konflik sosial, dan sejumlah persoalan yang kian menumpuk. 

Pertanyaannya, Mampukah kaum muda hari ini tampil di garda depan menjawab tantangan zaman, tangan Riau??! 

"Berbicara masalah pemuda, ia adalah hal yang selalu menarik untuk di bahas, sebab pemuda telah mewarnai lika-liku sejarah. Bicara pemuda berbicara masa depan, sebab pemudalah yang menjadi pemimpin masa depan suatu negri.

Terlepas dari perdebatan tersebut, realitas historis memang telah menunjukkan bahwa perkembangan kehidupan kebangsaan di Nusantara tidak pernah sepi dari peran serta kaum muda. 

Dalam hal ini perlu diingat bahwa keterlibatan para founding fathers seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, dan lain-lain juga diawali dari perjuangan masa mudanya dalam merintis persatuan dan kesatuan melalui organisasi-organisasi yang didirikannya dengan ideologi yang kokoh. 

Potret dan kondisi sebuah bangsa, pemuda lah yang menjadi harapan dimasa depan, dan di bebankan negri ini di atas pundak pemuda. 

Tak di pungkiri ia telah menoreh catatan sejarah dengan tinta emas sepanjang peradaban manusia. Tidak berlebihan jika Bung Karno begitu berharap dengan tegas pada pemuda untuk melanjutkan estapet kepemimpinan bangsa kedepan, dirinya yakin bahwa dengan di bantu oleh 10 orang pemuda maka dunia akan terguncang. Peran dan eksistensi pemuda tak dapat di elakkan lagi, ia adalah sumber daya manusia paling strategis yang sangat ideal dalam setiap perubahan. 

"Sebagai katalisator dari sebuah misi, dan administrator yang ditempah untuk kepemimpinan mendatang. Anak muda selalu berbicara tentang masa depan, sedangkan orang tua berbicara masa lampau. Sinkronisasi pemikiran ini akan membentuk peradaban baru yang gemilang tentunya.

Namun virus yang berbahaya bagi kaum muda hari ini adalah sikap dan sifat Pragmatis dan Hedonisme yang di suntikkan barat dengan budaya westrenisasinya, dengan bangga kaum muda kita memprakteknnya. Mulai dari segi berpakaian setengah telanjang, pesta-pesta miras, dan budaya instan menggapai keinginannya.

Proses tidak akan pernah terbeli dengan uang, hasil adalah upaya yang bisa di dapatkan seketika. Namum kebertahanan dan keidealisannya tidak akan murni seperti proses yang dijalani dan di yakini. Butuh bangunan yang kuat untuk menuju peradaban yang berkemajuan dan berkedaulatan, membangun sumber daya manusia tidak lagi ada tawar menawarnya.

Seperti yang di ungkapkan  Prof. Hasan Basri Jumin, Guru Besar Universitas Islam Riau, "Visi Riau Akan Tercapai Jika Pendidikan di Prioritaskan" namun kita respon pemerintah Provinsi Riau tidak serius membangun peradaban sumber daya manusianya.

Hal ini di buktikan banyaknya bangunan sekolah yang tidak layak di tempati untuk pendidikan, kualitas tenaga pendidik yang banyak belum mumpuni, biaya pendidikan yang mahal dari tingkat S1, S2 dan S3.

"Hari Ini Katanya Indonesia Negara Kepulauan Yang Sangat Luas dan Menyimpan Banyak Kekayaan. Lebih dari 2.500 Jenis Ikan dan 500 Jenis Karang Ada Di Dalamnya. Pernah Menjadi Pengahasil Gas Alam Cair (LNG) Terbesar di Dunia, Produsen Timah terbesar Ke Dua di Dunia, Peringkat Pertama Penghasil Pala dan Cengkeh di Dunia. Produsen Utama Karet dan Minyak Sawit Mentah di Dunia. Memiliki Kekayaan Hutan Yang Sangat Melimpah. Cadangan Batu Bara No 6 dan Memiliki Cadangan Emas Peringkat Ke 6 di Dunia dan Timah Ke 5. Tembaga Peringkat 7 Dunia, Nikel ke 8 Dunia. 

Komponen Minyak, Gas dan Batu Bara Saja Sudah Menghasilkan Juta Barel Perhari dan Itu Belum Kita Tinjau Dari Berbagai Sektor. Membaca Ini Saja Sudah Menimbulkan Decak Kekaguman Kita Terhadapnya. 

Apa lagi Riau dikenal dengan wilayah penyumbang APBN Yang besar hampir 40% dari sektor migas di suport oleh Riau, akan tetapi Riau seolah-olah bagai Ayam mati di lumbung padi. 
Sehingga Wajarlah Kalau Banyak Orang Beranggapan bahwa Riau, Indonesia Negri Yang Kaya Raya. 

Hal Inilah Membawa Logika Kita Bahwa Sudah Sepantasnya Jika Pemerintah Menyediakan Semua Kebutuhan, Termasuk Energi, Dengan Harga Semurah Mungkin. Namun Realitas atas Realitas Yang Terjadi Seolah Ada Skenario Besar Untuk Memporak Porandakan Negri Ini. 

"Berbicara Riau Banyak Sekali Tugas Kita Sebagai Pemuda Untuk Menata Kelolanya Kedepan Kelak. Masa Depan Riau Ditentukan Oleh Pembinaan Kualitas Pemudanya. (rdk) 

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!