Wanita Ini Kepergok Jual Daging Oplosan Sapi dan Babi

Banyuwangi~Jika kita ingin membeli daging selama bulan puasa dan lebaran harus hati-hati. Polres Banyuwangi telah berhasil membongkar praktek jual daging sapi yang dioplos dengan babi di Muncar. 

"Diketahui bahwa permintaan daging sapi menjelang lebaran sangat tinggi ditambah dengan disparitas harga yang tinggi, mengakibatkan munculnya tindak pidana daging sapi dioplos dengan daging babi," kata Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto, di Banyuwangi, Kamis (30/6/2016). 

Polisi mendapat laporan dari masyarakat. Pada Sabtu (25/6), Subari membeli daging sapi di usaha jagal milik tersangka Nismawati (47) di desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, sebanyak setengah kilo dengan harga Rp 55 ribu. 

"Diketahui sebelumnya saudari, Wangen (DPO) telah datang ke rumah jagal pelaku N dan menjual 30 kg daging babi dengan harga Rp 55 ribu. Namun belum dibayar oleh tersangka," ucap Budi. 

Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner dari Dinas Peternakan drh. Lukman Hadi memastikan bahwa daging tersebut bukan daging sapi. Namun lebih detailnya dia meminta waktu untuk uji di lab. 

"Untuk di uji lab secara resmi belum. Tapi hasil cek lapangan bukan daging sapi. Dihimbau agar masyarakat hati-hati dan pastikan jika akan membeli daging di kios daging yang resmi," paparnya. 

Berkat temuan dari Dinas Peternakan tersebut tersangka Nismawati digelandang ke Mapolres karena terbukti menjual daging oplosan. 

Saat rilis tersangka terus saja terisak dan membantah mengenal Wangen yang menjual daging babi padanya. Dan ia berkilah baru kali ini menjual daging babi. 

"Nggak ngerti kalau itu daging apa. Belum saya bayar juga. Saya nggak tahu daging celeng. Kalau tahu juga saya nggak mau, aku orang Islam juga kok," tegas wanita berkerudung hitam sambil menangis.

Sementara barang bukti yang diamankan, uang tunai sebanyak Rp 55 ribu, 7 kantong plastik merah berisi daging oplosan sapi dan babi dan setengah kilo daging oplosan sapi dan babi yang disita dari korban Subari. 

Dengan perbuatan tersebut, Nismawati dikenai pasal 204 (ayat 1) (KUHP), ancaman pidana 15 tahun. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!