Ada Apa Dengan Cinta Polda Riau Pada Pembakar Hutan Riau

Yusroni Tarigan,S.Sos
Pekanbaru:Riaunet.com~Ketua Umum DPP Perhimpunan Pemuda Riau (PPR), Yusroni Tarigan, S.Sos Menyayangkan SP3 (Surat perintah penghentian penyelidikan perkara) terhadap 11 dari 18 perusahaan yang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait karhutla di Riau tahun 2015 oleh Polda Riau.

Adapun sebelas perusahaan yang di SP 3 oleh Polda Riau yaitu: PT Bumi Daya Laksana, PT Siak Raya Timber, PT Perawang Sukses Perkasa Industri, PT Hutani Sola Lestari, PT Bukit Raya Pelalawan dan KUD Bina Jaya Langgam (HTI) dan perusahaan sawit: PT Pan United, PT Riau Jaya Utama, PT Alam Lestari, PT Parawira dan PT Langgam Inti Hibrindo (korporasi).

Padahal masih melekat dalam ingatan, bagaimana tahun lalu masyarakat Riau terkapar oleh bencana asap yang melanda segala penjuru Riau," kata Yusroni, saat berbincang kepada riaunet.com, Rabu (20/7/2016) di pekanbaru.

Dijelaskannya, Sudah 18 tahun Riau di landa bencana asap yang sengaja di lakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan ingin menghabisi hutan di Riau untuk kepentingan pribadi dan perusahaannya.

Sekolah di liburkan beberapa pekan, bandara di tutup, ekonomi masyarakat terganggu. Yang paling menyesakkan dada lebih dari 78 ribu warga terdampak infeksi saluran pernapasan (ISPA) dan bahkan ada yang meninggal dunia," jelas Yusroni.

"Kita tegaskan kepada Kapolda Riau jangan sampai ada hal-hal yang tidak di inginkan dan bermain mata dengan pemilik perusahaan yang telah di tetapkan  sebagai tersangka.

Karna mereka adalah perambah, perampok dan penyamun hutan Riau dan menghancurkan masa depan anak cucu masyarakat Riau," tegasnya.

Menurut Yusroni, Kapolda Riau harus Profesional dan bersifat Kooperatif, tindak tegas dan basmi perampok, perompak hutan Riau.

Jangan hanya berani menangkap masyarakat kecil yang membakar hutan 1 hektar untuk menghidupi anak cucunya," Ujar Yusroni.

"Kekayaan mereka (Pemilik modal) dibawa keluar negri dan derita di tinggalkan pada anak cucu masyarakat Riau, perusaahan yang belum tersentuh proses hukum harus segera tindak tegas tanpa pandang bulu," Tambah Yusroni. (rdk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!