Kejari Rohul Periksa 30 Saksi Dalam Kasus Dugaan SPPD Fiktif




RokanHulu:Riaunet.com~Adanya dugaan Kasus penggunaan dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif tahun anggaran 2015 di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul)-Riau terus didalami oleh Kejaksaan negeri Rohul. Kini 30 orang saksi sudah di panggil untuk diminta keterangannya. 

Diketahui Dana tersebut bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2015 lalu yang digunakan keperluan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan aparat desa yang terbagi dalam dua kelompok. Satu kelompok ke Kota Batam (Kepri) dan satu kelompok ke Yogyakarta.

Kepala Kejaksaan Negeri Rokan hulu, Syafiruddin SH,MH, didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Nico Fernando SH dan Kasi Intel Agus Kurniawan SH menjelaskan bahwa kasus dugaan SPPD fiktif di BPMPD Rohul sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

"Belum ada tersangka, 30 orang saksi sudah diperiksa untuk dimintai keterangan, termasuk para Kepala Desa ," jelas dia kepada wartawan usai Sertijab Kasi Intel di aula kantornya, Selasa (12/7/2016). 

Dia mengatakan, pihak Badan Pemerintah BPMPD juga sudah kita mintai keterangan. 

"Terkait berapa kerugian negara, Kajari Rohul belum bersedia menjelaskan. Ini masih dalam penyidikan," tutupnya. (Fah) 

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!