Lurah dan Anggota DPR Lapor KPK Terkait Penerimaan Parsel

Jakarta~Terima 2 laporan terkait dengan gratifikasi di Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Laporan penerimaan parsel itu disampaikan oleh seorang lurah dan seorang anggota DPR RI kepada KPK. 

"KPK sampai hari ini masih menerima 2 laporan yang berkaitan dengan perayaan hari raya. Satu parsel makanan dan tea set dan satu lagi handphone," jelas Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Jakarta, Senin (11/7/2016).

Bentuk Parsel makanan dan tea set dari laporan seorang lurah. Sedangkan parsel berisi handphone laporan dari anggota DPR RI. 

"Belum dapat diputuskan, karna masih dilakukan proses analisis, nantinya apakah laporan itu akan dikembalikan ke penerima atau menjadi milik negara," ucap Priharsa.

Informasi yang di rangkum bahwa lurah yang melaporkan parsel tersebut adalah lurah wilayah Jakarta Selatan. Sedangkan anggota DPR RI yang melaporkan gratifikasi berupa handphone berasal dari Fraksi Partai Golkar. Namun KPK tidak mengungkapkan siapa lurah dan anggota DPR RI tersebut. 

Pada sebelumnya anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding mengaku menerima parsel mewah berisi smartphone Galaxy Note 5. Terdapat sebuah kartu yang menjelaskan bahwa pengirimnya adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta ada lambang BPK di kartu itu. 
Karding pun berniat mengembalikan parsel itu ke BPK. Tapi ternyata pihak BPK membantah kalau mengirim parsel tersebut. 

Dia mengimbau agar penerimaan tersebut dilaporkan ke lembaga antirasuah itu. Namun hingga saat ini, KPK belum menerima laporan gratifikasi tersebut dari Karding.

"(Kalau gratifikasi yang diterima Karding) Belum ada laporan," ucap Priharsa. (dtk) 

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!