Ini Adat Pernikahan Yang Digelar Selama 7 hari Tujuh Malam



RokanHulu:Riaunet.com~Ini bukan mitos tapi kenyataan. Pernikahan yang cukup megah ini digelar sampai 7 hari 7 malam. Sri indriani, putri kedua dari H.Zulhaimar yang bergelar datuk bendaharo, raja adat negeri tandun, berpasangan dengan Hadi Chirman keturunan pendiri negeri tandun jang pahlawan sunsang bulu bersuku piliang, dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan pernikahan sesuai adat  Negeri tandun.

Setelah akad nikah pada jumat (26/8) di mesjid raya tandun, resepsi pernikahan kedua mempelaipun dilaksanakan pada sabtu (27/8) mulai dari pagi hingga siang.

Mengikuti secara adat yang dimulai pukul 8 pagi, pengantin di arak keliling kampung dengan diiringi keluarga dan pemangku adat negeri tandun, untuk memperlihatkan dan memperkenalkan sang pengantin baru kepada seluruh masyarakat tandun. 

Selanjutnya acara beradat keaiyie kedarek pun digelar dengan melibatkan 9 kepala suku di negeri tandun, terutama kepala suku melayu dan kepala suku piliang bijuanso sebagai tuan rumah.

Setelah diarak, didepan pintu gerbang menuju rumah tempat resepsi pernikahan digelar sang pengantin dan iring-iringan disambut dengan seni silat tradisional. 

Saat memasuki rumah pengantinpun dikawal dua orang panglimo bak raja dan permaisurinya hingga duduk bersanding di pelaminan. 

Datuk bendaharo, selaku tuan rumah bersama 9 kepala suku negeri tandun melaksanakan pernikahan ini sebagai wujud kekayaan adat dan budaya negeri tanduk.

"Upacara pernikahan putri saya dimulai sejak 6 hari lalu, upacara dimulai dari mengumpulkan keluarga kaum, sesepuh, kerapatan negeri untuk melaksanakan lamaran, tunangan, akad nikah, syukuran dengan doa bersama dan sholat berjemaah, tahlil tahtim, acara adat. 

Selama 6 hari 6 malam pula digelar hiburan tradisional, gondang berogong, dan celempong," kata Datuk bendaharo H. Zulhaidah raja adat negri tandun, Senin (29/8/2016).

Sementara itu Tokoh masyarakat tandun , Zulkarnain menilai saat ini adat budaya sudah mulai pudar di ingatan dan penglihatan masyarakat, terutama para generasi muda. acara beradat seperti itu sudah jarang ditemukan. 

Untuk itu, tandun sedari dulu bersatu untuk memasyarakatkan adat dan budaya yang saat ini sudah kurang dikenal oleh masyarakat," ucap dia. 

Zulkarnain bersama pemangku adat nogori tandun akan terus memasyarakatkan adat dan budaya, untuk menyongsong riau 2020, yakni menjadikan riau sebagai kawasan wisata budaya di indonesia dan diasia tenggara. 

"Saat ini adat sudah mulai pudar, para generasi muda mulai melupakan adat istiadat, jadi saya dan 9 suku tandun mau memperkenalkan kembali adat yang ada di tandun kepada masyarakat agar adat tidak hilang begitu saja," Ujar Zulkarnain S.Sos, salah satu tokoh masyarakat tandun.(Na)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!