Ketua PC IPNU Pekanbaru: Haji Melalui Negara Filipina? Itu Sah-Sah Saja.

Saddam Orbusti Ritonga
 (Ketua PC IPNU Kota Pekanbaru)


Pekanbaru:Riaunet.com~Fenomena yang akhir-akhir ini sedang hangat diperbincangkan mengenai adanya masyarakat indonesia yang menunaikan ibadah haji melalui negara tetangga Filipina menjadi perdebatan, khususnya tentang keabsahan status haji tersebut. 

Sebagian kalangan mengatakan haji yang demikian tidaklah sah. Namun sebagain yang lainnya mengatakan itu sah-sah saja.

Saddam Orbusti Ritonga selaku Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kota Pekanbaru adalah menjadi bagian dari kelompok yang tidak menyalahkan haji yang demikian itu. Ia mengatakan bahwa hal itu sah-sah saja. 

"Itu sah-sah saja. Selama, syarat haji nya dipenuhi dan rukun nya dilaksanakan," ujar Saddam kepada riaunet.com, Rabu (31/8/2016) melalui telpon selulernya di Pekanbaru-Riau.

Haji itu, ibadah yang diwajibkan Allah kepada setiap hamba-Nya yang mampu. Mampu disini artinya mampu secara jasmani dan rohani, begitu juga secara ekonomi. Inilah yang menjadi syarat utama haji itu. 

Jadi, siapapun yang memenuhi syarat tersebut, maka hukumnya wajib baginya untuk menunaikan ibadah haji tersebut. Tidak ada tawar menawar terkait hal ini," Kata Pria yang kerap di sapa saddam ini. 

Dalam hal sah atau tidaknya haji seseorang yang berangkat tidak dari negaranya, dirinya mengatakan itu tidak menjadi masalah. 

"Seseorang berangkat haji tidak dari negaranya sendiri itu sah-sah saja. Karena tidak ada satupun dalil atau hadist yang mengatakan berangkat haji harus dari negara ummat muslim yang bersangkutan. Yang ada itu hanya tujuan atau tempat melakukan haji itu," jelas dia.

Lanjut Saddam, Kalau berbicara masalah sah atau tidaknya haji seseorang, itu tergantung pada rukun haji nya. Sudah dilaksanakan atau belum rukunnya. Kalau sudah, artinya haji itu sudah sah. Kalau belum dilaksanakan semua rukunnya, artinya haji itu tidak sah. 

Menurutnya, tidak semestinya kita mempermasalahkan hal-hal yang demikian,"pungkasnya.

"Kita janganlah mempermasalahkan hal itu. Mestinya kita harus bersyukur, kita harus bangga. Dengan kondisi keterbatasan kuota yang dimiliki negara kita, ada negara lain yang berkenan membantu. Kita kan harusnya bersyukur atas bantuan itu, bukannya malah menyalahkan atau mengharamkan.

"Jelas itu meringankan beban negara kita. Sudah jelas pula itu membantu warga kita untuk dapat beribadah. Masak beban kita diringankan dan warga kita dibantu kita malah menyalahkan," tutup Saddam dengan nada terheran. (rdk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!