Perhimpunan Pemuda Riau Menilai Ketahanan Pangan Di Riau Jauh Dari Harapan



Pekanbaru:Riaunet.com~Daerah Mengklaim Index Ketahanan Pangan Meningkat. Yang kita ketahui Negara Indonesia sangat berlimpah dengan kekayaan sumber daya alam yang harusnya dapat menampung semua kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, terkhusus Provinsi Riau. 

Sub sektor tanaman pangan Riau terdiri dari tanaman padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. 

Data tanaman pangan meliputi luas panen dan produksi tanaman bahan makanan, sayur-sayuran dan buah-buahan. Selama priode tahun ketahun luas tanaman padi di Riau mengalami penurunan. Oleh karnanya Pemimpin daerah Riau dalam hal ini Gubernur Riau harus segera membuatan Kebijakan (Perda, dsb) yg berpihak pada petani & lahan pertanian," kata Ketua DPP Perhimpunan Pemuda Riau (PPR), Yusroni Tarigan saat berbincang kepada riaunet.com, Senin (22/8/2016) di pekanbaru.

Ia Memaparkan, Pengadaan infrastruktur tanaman pangan, seperti Pengadaan daerah irigasi & jaringan irigasi, pencetakan lahan tanaman pangan khususnya padi, jagung, kedelai dll serta akses jalan ekonomi menuju lahan tsb. 

Penyuluhan & pengembangan terus menerus utk meningkatkan produksi, baik pengembangan bibit, obat2an, teknologi maupun SDM petani.

Melakukan Diversifikasi pangan, agar masyarakat tidak dipaksakan utk bertumpu pada satu makanan pokok saja (dlm hal ini padi/nasi), pilihan diversifikasi di indonesia yg paling mungkin adalah sagu, jagung dll," papar dia. 

Dijelaskan Yusroni, Diversifikasi adalah bagian dari program swasembada pangan yg memiliki pengembangan pilihan/ alternatif lain makanan pokok selain padi/nasi (sebab di indonesia makanan pokok adalah padi/nasi). 

Salah satu caranya adalah dengan sosialisasikan ragam menu yang tidak mengharuskan makan nasi, seperti yang mengandung karbohidrat juga seperti nasi, yaitu singkong, ubi, kentang. Issu beradaan lahan-lahan produktif dan lahan kritis di Riau mesti diinventarisir dengan detail dan di carikan trobosannya. 

"Alih fungsi lahan pertanian menjadi ladang perkebunan juga perlu disikapi secara bijak oleh pemda Riau, selamatkan generasi Riau mendatang, jangan sampai tergadai negri ini oleh orang serakah dan durjana," Ujarnya.

Namun, lanjut Yusroni, hal itu semua tidak ada artinya jika Pemerintah Daerah Riau, khususnya Gubernur dan Anggota Legislatif tidak komitmen dan konsisten membuat perubahan yang berarti. 

Pemerintah harus merangkul dan mengembangkan kelompok-kelompok tani agar bisa meningkatkan SDM pertanian, edukasi dan penerapan teknis teknologi. Dengan modal lahan dan para petani yang ada sekarang, tidak sulit memaksimalkan hasil produksi. Yang terpenting semangat pemerintah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani," ucap Yusroni dalam bincangnya. 

"Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Potensi pengembangan tanaman pangan di Riau sangat besar. Sub sektor tanaman pangan di Riau selain padi dan ladang, Riau juga memproduksi jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. Sayangnya, data-data yang sama, selama periode 2014 luas panen tanaman padi mengalami sedikit dengan penurunan sebesar 10,53 persen, dari 118.518 hektare menjadi 106.037 hektare. 

Tuntutan agar Riau mampu memenuhi keperluan pangan yang pokok sendiri sangat kuat. Pemerintah harus mendorong peningkatan produksi pangan. Minimal untuk keperluan sendiri," kata Yusroni lagi. 

Menurutnya, menurunkan ketergantungan komoditas pokok seperti beras, cabai dan bawang sangat penting bagi perekonomian daerah. Jangan hanya indah atau bagus didata tertulis saja, namun nol di lapangan. Hanya bahasa pencitraan yang menjadikan nyanyian penguasa untuk menghibur masyarakat.

"Riau butuh trobosan baru untuk kemandirian pangan, jangan katakan Riau negri penghasil pangan, tapi bahan pangan seperti cabe, jagung, padi, bawang didatangkan banyak dari luar daerah Riau. Pemerintah Riau harus komitmen dan konsisten dalam mewujudkan ketersediaan pangan di Riau," tutup Yusroni. (rdk) 

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!