Setdakab Siak Buka Rapat Expose Rencana pembangunan Industri



SIAK:Riaunet.com~Sesuai dengan amanah Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian  menyebutkan bahwa setiap Bupati/Walikota merencanakan penyusunan pembangunan industri didaerahnya masing-masing. Rencana pembangunan industri tersebut mengacu pada Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) dan kebijakan industri nasional. Pembangunan industri di daerah juga harus memperhatikan potensi sumber daya daerah dan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. 

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Siak, T Said Hamzah, Rabu (24/8/2016) membuka rapat ekspos pendahuluan rencana pembangunan industri di kabupaten Siak. Saat itu Ia ditemani oleh Tim Ahli dari LPM UIR Azharuddin, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perindustrian Kabupaten Siak, Wan Bukhari. 

Rapat yang digelar di ruang Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak tersebut diikuti oleh sejumlah pimpinan SKPD terkait, perwakilan dari perusahaan, penggiat industri lokal, dan Tim Ahli dari Pekanbaru. 

Saat membuka rapat dan ekspos perdana dari LPM UIR tersebut, Hamzah mengatakan, di Siak ini banyak potensi-potensi yang belum terangkat, untuk itu beliau minta para pimpinan SKPD yang hadir agar menyimak laporan dari Tim LPM dan memberikan masukan terkait rencana pembangunan Industri jangka panjang di Siak. 

Sehingga penyusunan pembangunan indusrtri dari tim LPM UIR tersebut sesuai dengan yang kita inginkan," kata Hamzah. 
  
Dia menjelaskan bahwa pembangunan sektor industri memegang peranan sangat penting dalam peningkatan pembangunan ekonomi suatu daerah. Selain cepat meningkatkan nilai tambah, juga sangat besar perannya dalam penyerapan tenaga kerja.    
  
  Untuk menjawab tuntutan pasar dari pembangunan SDM yang berkompeten sebagai permintaan industri terkait, Pemkab Siak sudah mempersiapkan kebutuhan tersebut, yakni membentuk Akademi Komunitas  kerjasama dengan pihak Perusahaan Kertas di Perawang," jelasnya. 

Azharuddin ,Tim ahli dari (lembaga pengabdian masyarakat) LPM UIR juga menyebutkan salah satu faktor yang mempengaruhi sektor industri adalah Era globalisasi dan otonomi daerah. 

"Perekonomian kita tidak bisa hanya mengandalkan pada sumber daya alam semata. Kita harus merubah pola ini, bagaimana kedepan sumber ekonomi kabupaten Siak ini beralih ke sektor industri," ucap Azhar. 

Secara nasional di Riau ini ada 3 pusat pertumbuhan wilayah industri yang didesain oleh nasional. Jadi kemungkinan yang siap dikembangkan adalah Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di siak. Karena salah satu syarat untuk membangun kawasan industry adalah sudah ada pembebasan lahan, sudah ada badan usaha untuk mengelolanya, komitmen yang kuat dari pemerintah daerah. 
  
Posisi sektor industri kita hari ini masih rendah, karena masih di dominasi oleh perusahaan multi nasional. yang terdesain oleh Negara belum jelas kelihatan dengan baik. Dengan adanya perencanaan industri ini memungkinan kita untuk mem Perdakan sektor industri hilir, jadi hilirisasi menjadi bagian yang terpenting," papar Azhar lagi. 

Menurutnya salah satu program dari 9 nawa cita itu ada di daerah, atau katakanlah sinkron dengan program pusat maka bisa mempermudah aliran dana APBN ke daerah. 
  
Pembangunan industri ini diharapkan mampu meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata dengan memanfaatkan dana, sumber daya alam, dan/atau hasil budidaya serta dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup," ujar Azhar. 
  
"Selanjutnya sektor industri harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap, mengubah struktur perekonomian ke arah yang lebih baik, maju, sehat, dan lebih seimbang sebagai upaya untuk mewujudkan dasar yang lebih kuat dan lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi pada umumnya," tutupnya. (rdk/hms) 
  

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!