Syamsuar: Harus Ada Upaya Memelihara Dan Mengamankan TNZ



SIAK:Riaunet.com~Sebagai Taman Nasional yang baru dikukuhkan, Pemerintah Kabupaten Siak menggelar rapat terkait Potensi Eksplorasi dan Eksploitasi di Kawasan Taman Nasional Zamrud (TNZ) yang langsung di pimpin Bupati Siak di Balai Zamrud Komplek Abdi Praja Kediaman Bupati Siak, Selasa (23/8/2016). 

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Bidang Wilayah II BKSDA Propinsi Riau Supartono, General Manager PT BOB Pertamina Hulu Susanto Budi, Plt Kepala BLH Wan Fajri Auli, serta Kepala Distanben Kabupaten Siak, Amin Budyadi. 

“TNZ ini kan sudah dikukuhkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dari suaka margasatwa menjadi taman nasional. Dengan status taman nasional pemerintah daerah dan bisa ambil bagian dalam hal pengelolaan,” kata Bupati Siak H. Syamsuar. 

Dijelaskannya, pengelolaannya dengan cara zonasi dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, pariwisata, dan rekreasi. Ada zona inti, zona pemanfaatan, zona rimba, dan zona lainnya sesuai peruntukan.

“Konsep taman nasional diharapkan dapat mengakomodir kepentingan masyarakat secara terbatas/ tradisional seperti mengembangkan wisata yang ada maupun layanan alam yang tersedia. Manfaatnya, langsung dirasakan dibandingkan statusnya sebagai suaka margasatwa yang memang tidak boleh ada campur tangan manusia,” jelas Syamsuaar.

“Ada bagian yang memang harus diamankan, kerisauan kami ada pada perambahan hutan yang ada di Riau yang memang belum kunjung berhenti. Bagaimanapun selagi masih ada hutannya mereka akan tetap interpensi ke wilayah yang baru. 

Harus ada upaya kita untuk bisa memelihara, mengawasi, serta mengamankan TNZ yang sudah diperluas dari 28.000 hektare menjadi 31.000 hektare,” kata Syamsuar lagi. 

"Selain itu, lanjut dia, kami juga berharap kerjasama dengan Pemkab dan BOB terkait dengan pembangunan jalan yang di aspal, tujuannya agar nanti kalau ada tamu yang datang mereka dapat melihat sekeliling TNZ, tidak hanya itu mereka juga bisa melakukan penelitian terhadap Flora dan Fauna, air sungai serta danau dan juga perlu adanya kerjasama untuk membuat pos keamanan," tambah dia. 
 
Sementara itu Kepala Bidang Wilayah II BKSDA Provinsi Riau, Supartono mengatakan perlu adanya langkah yang dilakukan, terkait dengan kegiatan dikawasan ini dari pihak BOB.

Kegiatan ini juga akan tetap kita konsultasikan ke Jakarta, ini juga perlu ada kajian-kajian nya termasuk kajian hukum, serta yang paling penting tentu ada hasil guna memantapkan TNZ tersebut," jelas Supartono.

Menurut Supartono, zona pemanfaatan untuk wisata serta kepentingan lainnya perlu kita tinjau kembali. tentunya kegiatan ekploitasi ini sangat penting. 

"Kami dari BKSDA hanya membahas serta membuat blok, dikarenakan ini kawasan lebih besar, makanya kita membuat zonasi sesuai dengan pemanfaatannya terutama dengan langkah pertama yaitu kita dorong agar cepat terbentuk dan bisa dimaksimalkannya TNZ tersebut, serta harus ditetapkan agar kekuatan hukum nya tidak lemah," tandasnya. (rdk/hms)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!