Tuntut Pesangon Dan Tolak PHK, Ratusan Pekerja PT BOB Lakukan Mogok Kerja


    
SIAK:Riaunet.com~Sebanyak seratusan karyawan PT BOB, PT BSP pertamina hulu Pedada mogok kerja di depan pintu gerbang, untuk menyampaikan aspirasinya.

Melalui ketua SBCI Pedada, Pamuji menyebutkan bahwa hari ini kami melakukan mogok kerja. Sebelumnya pihak SBCI bersama utusan karyawan telah menggelar pertemuan dengan Disnakertrans kabupaten Siak, dan dari perusahaan pada saat itu dihadiri oleh menegemen PT.BOB, dan dari hasil pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepekatan bersama, dan telah dibuat dalam bentuk notulen. 

"Dari beberapa kesepakatan itu diantaranya, bahwa setiap pengaduan yang disampaikan pekerja, ini akan disampaikan oleh perwakilan PT.BOB-BSP-Pertamina Hulu kepada pimpinan.

Bahwa tentang adanya tuntutan pasangon tenaga kerja dan pengurangan tenaga kerja yang terjadi di lingkungan PT.BOB, PT.BSP-Pertamina Hulu, maka akan di bentuk tim perundingan yang terdiri dari pihak pekerja/ serikat buruh DPP SBCI Propinsi Riau, managemen perusahaan, dan Disosnakertrans Kabupaten Siak," kata pamuji bersama ratusan pekerja di depan pintu gerbang PT BOB, kecamatan Sabak Auh kabupaten siak, Senin (15/8/2016). 

Pada awalnya permasalahan ini bermula dari adanya hak-hak karyawan sub kontraktor PT. BOB yang belum diberikan, dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah adanya teman-teman pekerja yang di berhentikan secara sepihak oleh perusahaan.

"jadi pada intinya kami menolak adanya PHK," tegas Pamuji.
      
Sementara itu, Kapolsek Sabak Auh, Iptu A.G Siregar dalam arahannya kepada pekerja yang mogok mengatakan, sesuai dengan standrat pengamanan kami polsek dengan rekan yang mogok kerja sekedar menyampaikan supaya kedepanya tidak terjadi selisih paham, selisih paham antara polisi dengan rekan kerja yang mogok, juga antara polisi dengan perusahaan.

"Posisi kami dari kepolisian saat ini hanya mengamankan dan tidak berpihak, kami menghimbau kepada rekan-rakan yang mogok kerja melalui koordinator SBCI agar membuka akses jalan supaya tidak mengganggu arus lalu lintas dan pengguna jalan lainnya," himbau Kapolsek.

Ketua DPP-SBCI Propinsi Riau, Adermi di tengah-tengah pekerja juga menyampaikan orasinya menolak adanya pengurangan pekerja/ buruh perusahaan jasa penunjang di lingkungan PT.BOB, PT BSP-Pertamina Hulu. Dan perusahaan juga harus memberikan pasangon terhadap jasa penunjang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

"Selanjutnya PT.BOB- PT BSP-Pertamina Hulu harus membayar pasangon kepada pekerja/karyawan perusahaan jasa penunjang sejak tahun 2009 dan menyesuaikan penbayaran upah pekerja/ buruh perusahaan jasa penungjang sesuai dengan SK Gubernur Riau, no 572/VI/2016, tentang upah minimum sub sektor pertambangan minyak bumi dan gas alam Propinsi Riau," tegasnya. (rdk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!