Berita Terkini

Bupati Rohil Berang Mendengar Maraknya Terjadi Pencurian Ikan Di Wilayah Perairannya

Kamis, September 08, 2016


RokanHilir:Riaunet.com~Dengan maraknya terjadi Pencurian Ikan (Ilegal fishing) diperairan Rokan Hilir (Rohil) baru-baru ini membuat bupati Rohil Suyatno berang. Diduga Kapal llegal fishing tersebut mengunakan alat tangkap pukat yang dilarang oleh pemerintah, dan mereka telah meraja lela dengan mengambil hasil potensi perairan diwilayah kabupaten Rohil.

Informasinya juga bahwa mereka nekad menangkap ikan secara terang-terangan, disaat siang hari maupun malam dengan mengunakan alat pukat harimau yang berjarak kira-kira 9 Mil dari bibir pantai pesisir.

Menanggapi hal tersebut Bupati Rohil, H Suyatno mengatakan, baru mendapat informasi terkait adanya penjarahan ikan secara illegal dengan mengunakan trawl pukat harimau, diduga kapal ini berasal dari provinsi sumatera utara (Sumut).

"Kendati demikian di intruksikan kepada tim terpadu untuk segera turun kelokasi guna mengawasi perairan Rohil yang belakangan ini marak terjadi," Kata Suyatno di bagansiapapi, Kamis (8/9/2016).

Dia menjelaskan bahwa tim terpadu segera melakukan koordinasi secepatnya untuk mengawasi perairan tersebut diantaranya, TNI AL, Pol Air, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Dinas Kelautan dan Perikanan, Syahbandar, Bea cukai dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia(HNSI)," tambahnya.

Sebelumnya Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI ) Kabupaten Rohil, Mulkhan Muhammad telah menginformasikan kepada pihak pemerintah agar bisa turun keperairan untuk melihat situasi. 

Diduga kapal tersebut berasal dari sumatera utara (Sumut). Ironisnya lagi saat masyarakat lokal sedang melakukan penangkapan ikan diperairan itu mereka diancam," Ujar Mulkhan, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Rohil tersebut.

Sementara, Lanjut Mulkhan, Kapal ilegal tersebut beroperasi dengan kapisitas 25 hingga 30 Gross Tonase(GT), sehingga telah banyak terkuras hasil laut daerah kita.

"Sedangkan larangan penggunaan alat pukat harimau merupakan wewenang pemerintah sebagaimana tertuang dalam permen Kelautan dan Perikanan
No.2 Tahun 2015 Tentang larangan pengunaan alat tangkap ikan pukat hela Traw pukat tarik seinen," Ucapnya. (Sr)