Ini Akhir Tuntutan Mahasiswa UPP Di Rohul



RokanHulu:Riaunet.com~Tuntutan mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) akhirnya mendapat respon dari universitas dan yayasan, Selasa siang (27/9). Ketiga pihak telah duduk bersama untuk membahas persoalan dan mencari solusi tersebut.

Tuntutan mahasiswa universitas pasir pengaraian yang ingin menurunkan rektor dari jabatannya masih berlangsung hingga hari ini. Sambil menunggu kedatangan rektor dan pihak yayasan para mahasiswa sempat melakukan gelar aksi bakar ban di depan ruang rektorat UPP.

Setelah lama menunggu akhirnya keinginan mahasiswa untuk mendudukkan persoalan ini dengan pihak rektorat dan yayasan terlaksana juga setelah rektor UPP Prof Dr Feliatra didampingi pembantu rektor II serta pihak yayasan yang diwakili Jaharuddin dan Abdul Haris datang ke UPP.

Pertemuan terssebut berlangsung di aula universitas pasir pengaraian. Dalam kesempatan itu, Feliatra menyampaikan bahwa dirinya sangat sedih melihat kondisi para mahasiswa yang terlibat demo yang ingin menurunkannya dari jabatan rektor upp ini.

"Dihadapan para marasiswa dia juga menyampaikan dugaannya bahwa demo ini sebenarnya bukan murni dari mahasiswa, melainkan dikompor-kompori oleh para dosen S-1 yang sudah mendapatkan Surat peringatan ketiga (SP 3), yakni para dosen yang beberapa waktu lalu diberhentikan karena tidak menyelesaikan pendidikan S2 nya," terangnya, Selasa (27/9/2016) di pasir pengaraian.

Feliatra sangat yakin bahwa 7 orang dosen inilah yang sebenarnya melawan dirinya dengan memanfaatkan mahasiswa, karena dimasa tugasnya lalu 7 orang dosen itu sempat tidak menerima tunjangan.

Ini Akibat dana hibah dari Pemerintah kabupaten (pemkab) tahun 2016 tidak masuk ke rekening yayasan dan upp tahun ini mengalami krisis anggaran, sehingga terpaksa menghentikan pengeluaran yang dianggap tidak penting," Kata Feliatra.

Terkait persoalan pengelolaan anggaran, Feliatra menyampaikan bahwa selaku rektor dirinya sejak menjabat pada 2011 tidak pernah tertutup dalam pengelolaan anggaran dana hibah untuk upp, seluruh kegiatan penggunaan anggaran selalu dipertanggung jawabkan dan dilaporkan kepada pihak yayasan.

"Sebab anggaran yang berada di rekening yayasan baru dapat digunakan jika universitas meminta dana tersebut," tegasnya.

Pada kesempatan itu juga sempat dibuka berkas laporan keuangan upp pada semester genap lalu untuk memeperjelas realisasi anggaran.

Sumber-sumber keuangan upp seperti dana hibah, SPP mahasiswa dan hasil kebun disampaikan secara terbuka.

Tidak hanya itu, rektorat juga menindak lanjuti keluhan terkait calo pada penggantian kartu mahasiswa yang hilang dananya mencapai 100.000 rupiah, sedangkan kartu mahasiswa yang pengganti  berupa selembar kertas biasa.

Terlihat juga sejak demo yang digelar mulai senin pagi sampai hari ini dikawal ketat oleh pihak kepolisian sektor rambah hilir dan masih tertib dan tidak ada tindakan anarkis. (Na)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!