Mahasiswa UPP Gelar Demo, Menuntut Agar Rektor Turun Dari Jabatan



RokanHulu:Riaunet.com~Di anggap tidak adanya transfaransi dalam mengelola keuangan, Ratusan mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) tuntut agar rektor, Feliatra turun dari jabatanya. untuk aksi protes ini seluruh ruang perkuliahan di kosongkan sehingga aktifitas belajar pun terhenti, dan mahasiswa diajak untuk berdemo di depan ruang rektor UPP.

Mahasiswa universitas pasir pengaraian, senin (26/9/2016) menggelar aksi mogok belajar dengan jalan berdemo di depan ruang rektorat untuk menuntut agar rektor upp profoser doktor, Feliatra Dea mundur/ dari jabatannya.

"Tuntutan ini disuarakan oleh seluruh mahasiswa, karena selama Feliatra menjabat rektor fasilitas mahasiswa seperti mobil operasional upp yang tidak terurus, jaringan internet lelet hingga tak dapat digunakan mahasiswa untuk proses belajar, kemudian kegiatan kunjungan industri dalam negeri dan luar negeri yang diwajibkan pihak universitas pada setiap tahun akademik dinilai tidak bermanfaat untuk mahasiswa dan terkesan pemaksaan.

Selain itu pengelolaan anggaran universitas tidak transfaran. Mahasiswa juga merasa keberatan atas naiknya biaya semester setiap tahunnya serta penggunaan anggaran universitas tidak transparan. Tuntutan mahasiswa upp tersebut sayangnya tidak didengar langsung oleh pihak rektorat universitas pasir pengaraian. Sang rektor, profesor doktor Feliatra justru tidak berada ditempat.

Irwansyah Tambusai, mahasiswa upp
Demo mahasiswa ini mengatakan, Demo usai setelah salah seorang dosen upp, Ikhsan mendengarkan curhat mahasiswa, dan beliau bersedia untuk mengkomunikasikan tuntutan mahasiswa kepada pihak universitas termasuk rektor upp dan pihak yayasan. 

Dalam kesempatan itu juga dibuat kesepakatan untuk duduk bersama antara pihak universitas dan yayasan pada selasa 27 september 2016 besok untuk membahas persoalan yang sama. Para mahasiswa upp itu juga menegaskan, jika persoalan ini tidak dapat didudukkan bersama sampai besok pagi, maka seluruh mahasiswa akan mogok belajar dan meliburkan diri sampai persoalan ini mendapatkan respon dari pihak rektorat dan yayasan," Jelasnya.

"Irwansyah mengaku hari ini sangat kecewa karena tidak dapat bertemu dengan pihak rektorat. Dan untuk tindak lanjutnya, para mahasiswa akan mlanjutkan persoalan ini sampai ke ramah hukum," tambahnya. (Na)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!