Berita Terkini

Plt Sekda Rohil Meminta Agar Provinsi Riau Lakukan Pengawasan Perairan

Kamis, September 22, 2016
Loading...


RokanHilir:Riaunet.com~Hasil sosialisasi yang digelar Pemkab Rokan Hilir (Rohil) bersama pihak terkait memutuskan bahwa hal yang dominan disampaikan nelayan adalah maraknya Kapal Nelayan Sumatra Utara (Sumut) ke perairan Rohil. 

Rapat koordinasi dan sosialisasi hukum perikanan yang digelar dilantai 4 kantor Bupati kemaren lebih banyaknya suara nelayan-nelayan mengemukakan bahwa nelayan sumut memasuki wilayah perairan Rohil dan menangkap ikan mengunakan alat tangkap pukat harimau yang disampaikan medarator saat itu. Hal itu disampaikan Plt Sekda pemkab Rohil, Rabu (21/9/2016). 

Alat tangkap ikan yang digunakan nelayan sumut merupakan pukat harimau sebagaimana dalam peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor 02 Tahun 2015 tentang larangan penguna alat tangkap ikan hela (trawl) yakni pukat tarik (Seinen Nets) dalam hal ini nelayan tradisional mendukung larangan itu. 

Mestinya Kedua belah pihak harus melakukan koordinasi, begitu juga sebaliknya guna menantisipasi hal yang tidak kita inginkan terjadi kepada nelayan lokal kita yang sedang melakukan penangkapan ikan.

Selain itu juga, kendala yang kerap muncul yakni sulitnya nelayan lokal kita untuk mendapatkan stok BBM, dan harus langsung ke SPBU, Nah ini tugas pemerintah agar cepat mencari solusi bagaimana BBM tidak menjadi kendala terhadap para nelayan ,"Ujar sekda Rohil.

Untuk tidak menjadi kegelisahan nelayan lokal ,kata sekda, pemerintah provinsi riau untuk bisa melakukan patroli diperairan rohil secara rutin, yang dulunya memang menjadi pengawasan wilayah Rohil. 

"Karena telah adanya perubahan, maka wewenang dan status pengawasan diperairan Rohil menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi riau ,"Tandasnya. (Sr)